728x90 AdSpace

  • Latest News

    Mengenali Gejala dan Penyembuhan Tuberkulosis (TB)


    Minggu lalu saya mencoba menghubungi seorang sahabat dekat semasa kuliah. Obrolan semakin asik ketika ia berbicara tentang bisnis wirausaha yang baru dirintisnya.

    Di Sela-sela pembicaraan kami, saya ketahui bahwa ternyata ia (Riani) sering melakukan penerbangan dengan seorang teman lainnya ke negara tetangga.

    Namun saya cukup kaget, kenapa? Karena teman saya bernama “Anda”  (Nama inisial)  ternyata melakukan penerbangan sekali 2 minggu hanya untuk kontrol kesehatan  karena sudah didiagnosa menderita Tuberkulosis.

    Anda memiliki seorang putri cantik bernama “Salsa” yang saat ini sudah berusia sekitar 7 tahun. Salsa memiliki tubuh yang terbilang kecil dibandingkan usianya ataupun teman-teman sepermainannya. Sejak mengenal “anda”, memang dia memiliki postur tubuh yang kurus walaupun makan dalam porsi yang normal  bahkan “anda” justru lebih sering "ngemil" di kantor dibandingkan rekan-rekan lainnya.

    Selain itu dia memiliki jenis suara yang "mengik", awalnya kami berpikir itu adalah bawaan, dimana dia juga suka mengkonsumsi minuman kemasan dingin dari kulkas.  Jadi kami berpikir mungkin tubuh yang kecil dan kurus memang adalah “bawaan lahir” mereka .

    Mengingat saat ini “Anda” sudah didiagnosa terkena TB dan kontrol rutin 2x seminggu, kami menyarankan ia juga memeriksakan putri semata wayangnya. Namun “anda” menolak dikarenakan satu alasan yaitu “Takut kalau salsa ternyata terkena TBC”.

    Kami berusaha membujuk dia mengatakan bahwa, TBC itu bisa disembuhkan, justru jangan takut untuk diperiksakan. Kalaupun “Salsa”memang didiagnosa terkena penyakit TBC, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah penyembuhannya sehingga kembali sehat.

    Akhirnya ia berangkat lagi ke negara tetangga sesuai jadwal kunjungan berobat ke dokternya. Iapun memeriksakan “Salsa”, namun  karena anda hanya 2 hari saja di Penang, dokter menyarankan agar salsa melakukan beberapa uji test di Indonesia saja, tak perlu harus keluar negeri.

    “Takut” ternyata menjadi salah satu alasan yang ingin disembunyikan manusia ketika ingin memeriksakan kesehatannya.  Padahal akibat menunda dan takut ,yang terjadi adalah penyakit semakin akut dan pada akhirnya kita menyerah dan datang kepada dokter pada saat kondisi sudah level yang cukup parah.

    Seperti kata pepatah, Kenali lawanmu maka engkau akan bisa menaklukkannya. 
    Karena itu, mari coba berani mengenali salah satu penyakit, yaitu  Tuberkulosis atau yang kerap disebut dengan istilah TBC.

    I. Pengertian TBC

    TB Merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberkulosis sistematis sehingga dapat mengenai semua organ tubuh dengann lokasi terbanyak di paru-paru yang biasanya sebagai lokasi infeksi primer. (Arif Manjoer, 2000).

    Menurut laporan  Badan Kesehatan Dunia (WHO) 2012, diperkirakan sekitar 8.6 juta penduduk dunia terjangkit TB dengan 1.3 juta diantaranya meninggal dunia. Sebanyak 85% kasus TBC berasal dari Asia Tenggara dan Pasifik Barat dan Mediterania Timur.

    II. Temukan Tuberkulosis

    Infeksi TBC bersifat asimtomatika dan laten yaitu suatu penyakti yang tidak disadari oleh pasien karena merasa tidak mengalami gejala apapun. Penyakti asimptomatik kemungkinan tidak akan ditemukan sampai pasian melakukan tes medical (sinar x tau investigasi lainnya). Beberapa penyakit tetap tidak diketahui gejalanya dalam waktu yang panjang.


    Jika menemukan Tuberkulosis tentu bicara tentang tempat kuman ini berkembang biak dan berpopulasi. 

    Dimana kita bisa menemukan adanya Tuberkulosis? 

    1. Tuberkulosis bisa ditemukan dimana saja ditubuh manusia (anak maupun dewasa),
    2. Kuman TB lebih banyak berkembang di daerah paru-paru.
    3. Kuman TB juga bisa ditemukan di dahak atau /riak yang dikeluarkan dari pasien pada saat berbicara, bersin, batuk.
    4. Kuman TB hidup dan berkembang pada daerah yang kurang terkena sinar matahari
    5. Kuman TB juga berada di udara sebagai transmisi penyebarannya atau penularannya kepada individu lain.

    Tentu jika menyebar melalui udara, setiap orang akan beresiko terkena TB bukan?

    Nah, Bagaimana kita mengetahui ditubuh seseorang ada kuman TB?

    II A. Gejala Tubuh Terkena TB

    1. Gejala Umum Tuberkulosis, Yaitu:

    •  Demam tetapi tidak terlalu tinggi dan berlangsung lama yang biasa dirasakan ketika malam hari disertai keringat malam.  Kadang-kadang serangan deman seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
    • Penuruanan nafsu makan dan berat badan
    • Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah)
    • Perasaan tidak enak (malaise) dan lemah
    2. Gejala  Khusus (tergantung posisi terinfeksi) yaitu:
    • Suara nafas melemah yang disertai sesak  yaitu apabila terjadi bila terjadi sumbatan sebagian bronkus saluran yang menuju ke paru-paru akan menimbulkan suara “mengi”
    • Sakit dada yatu apabila ditemukan adanya cairan di ronggga Pleuara atau pembungkus paru-paru.
    • Cairan nanah pada kulit yaitu apabila mengenai tulang maka akant erjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada akhirnya akan dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit diatasnya yang mengeluarkan cairan nanah.
    • Deman tinggi, penurunan kesadaran dan kejang-kejang pada anak apabila mengenai lapisan otak anak yang disebut sebagai mengingitis atau radang selaput otak.
     3. Gejala Tuberkulosis Umum Pada Anak, Yaitu:

    • Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut walau tanpa alasan yang kurang jelas dan dalam satu bulan tidak naik sama sekali walau sudah diberikan penangan  gizi yang intensif,
    • Anorexia (tidak nafsu makan) yang juga disertai keringat malam,
    • Pembesaran kelenjar limfe pada kulit yang tidak sakit seperti daerah leher , ketiak dan lipatan paha,
    • Terganggunya saluran pernafasan seperti batuk yang berlangsung cukup lama sekitar 1 bulan, adanya cairan di dada dan nyeri dada.
    • Terganggunya saluran pencernaan seperti diare yang berulang dan tidak sembuh walaupun sudah diberikan obat diare adanya benjolan dan tanda cairan di rongga perut.

    4. Gejala  Khusus Tuberkulosis Pada Anak 

    Sama dengan orang dewasa, adalah tergantung pada bagian tubuh mana yang dserang seperti;
    Kulit, tulang dan sendi, tulang punggung, tulang lutut (pincang dan atau bengkak), tulang kaki dan tangan, otak dan saraf , muntah-muntah dan kesadaran menurun, gejala mata, dan lain-lain.


    III. Sembuhkan Pasien Tuberkulosis 

    Jika seseorang dicurigai terkena TB berdasarkan gejala-gejala terebut maka langkah yang harus dilakukan adalah: 

    1. Pengobatan  Medis
    • Lakukan pemeriksaan dahak sebanyak 3x di Laboratorium
    • Dilakukan pemeriksaan BTA (basil Tahan Asam) di laboratorium untuk diwarnai dan dilihat dengan mikroskop apakah terdapat kuman TB atau tidak
    • Jika ditemukan kuman, maka dipastikan orang tersebut mengidap TB dalam tubuhnya dan berpotensi menularkannya kepada orang-orang disekitar, maka perlu dilakukan  pengobatan TB sampai sembuh. 
    • Pasien melakukan pemeriksaan diagnostik ,Pemeriksaan di Laboratorium seperti;
    1. Test langsung seperti test darah, dahak, dan lan-lain
    2. Radiologi
    3. Foto Throax
    4. Pasien difoto Throax dimana pada hasil foto akan terlihat pada sisi yang sakit berupa bayangan hitam dan diafragma yang menonjol ke atas
    5. Bonchografi, adalah pemeriksaan yang khusus dilakukan untuk melihat kerusakan bronchus atau kerusakan paru karena TB
    6. Pemeriksaan Fungsi Paru

    b. Mengkonsumsi Obat Secara Teratur Sampai Selesai

    Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dan terdiagnosa bahwa pasien mengidap TBC maka langkah yang dilakukan adalah pengobatan, yaitu:
    •  Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang diberikan dalam paket (kombipak  atau FDC) di Puskesmas atau Sarana Kesehatan lainnya seperti Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) atau layanan kesehatan GRATIS.
    • OAT paket tersebut  (paket  berwarna merah) harus dikonsumsi setiap hari pada tahap awal selama 2 bulan atau 56 hari dengan dosis per hari sesuai berat badan pasien (anjuran dokter)
    • Pasen PMO dianjurkan control rutin 2 minggu sekali untuk memantau perkembangan efek obat tersebut serta pemberian OAT untuk 2 minggu berikutnya.
    • Jangan berhenti mengkonsumsi OAT apabila anda “merasa” sudah enakan, akan tetapi tetap dilanjutkan sampai dinyatakan selesai oleh tenaga medis, bukan berdasarkan perasaan pasien. Lama waktu
    • pengobatan biasanya adalah sekitar 6-8 bulan.
    • Jika ada anak yang menderita TB, sebaiknya orang dewasa atau oranguanya juga harus melakukan pengobatan, sehingga tidak terjadi siklus penularan yang berputar-putar yang bahkan menyebabkan kuman bakteri TBC tersebut menjadi kebal kepada obatobatan yang diberikan oleh dokter.
    c. Mengkonsumsi Makanan yang Sehat dan Bergizi


    Jika ingin sembuh, penderita TB harus mengkonsumsi obat secara teratur sesuai arahan dokter, selain itu konsumsi makanan yang sehat, bergizi dan bernutrisi adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

    Jika seseorang mengalami infeksi yang serius , status gizi seseorang tersebut dalam kondisi menurun, karena itu agar tidak bertambah kurus sebaiknya diberikan asupan gizi yang cukup.

    - Status gizi seorang penderita TB berbeda dengan orang sehat lainnya. jikalau biasanya hitungannya adalah 1 gram per kilogram , maka bagi penderita TB , asupan kalorinya adalah 1.5 gram per 1 kilogram

    - Sumber protein hewani dan nabati harus lengkap. Protein hewani biasa terdapat pada kacang-kacangan seperti tahu, tempe. S edangkan untuk protein hewani biasa berasal dari daging, ikan dan telur.

    - Karbohidrat haruslah cukup, berkisar 50-60% dari total makan sehari-hari
    - Lemak  harus seimbang. Lemak dikonsumsi berkisar 20-30% dari asupan total makan sehari-hari. Lemak sehat itu berasal dari lemak ikan, alpukat, dan jenis-jenis lemak lainnya.
    - Vitamin dan Mineral diperoleh dari buah dan sayuran. Sayuran yang banyak mengandung Zink akan lebih baik untuk proses penyembuhan pasien TB

    d. Memulai Kebiasaan Hidup Sehat
      
    • Berpikir positive  sehingga tidak terjadi stress yang menurunkan daya tahan tubuh.
    • Mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan seimbang
    • Olahraga secara turin dan teratur
    • Aktifitas olahraga dapat memperlancar aliran darah di dalam tubuh sehingga seluruh jaringan tubuh mendapatkan asupan merata secara me. Dengan demikian tubuh akan lebih sehat dan terhindar dari malnutrisi. 
    • Udara segar dan sinar matahari yang cukup Udara segar sangat dibutuhkan penderita TB akibat rusaknya jaringan pada paru-paru, karena itu sangat dibutuhkan oksigen
      e. Jaga Sistem Organ Pembuangan

    Sistem penceraan yang baik dan lancar akan membantu proses pembuangan racun dari tubuh lebih bak. Kita juga harus menjaga hati agar fungsi detoksifikasi berjalan dengan baik dengan mengkonsimsi makanan dan minuman yang tidak bersifat meracuni sel-sel hati.

    Tentu kita bisa melihat bahwa Tuberkulosis merupakan penyakit yang jangan dianggap remeh karena TB juga bersifat mematikan. Namun jika memang ada teman atau saudara yang sudah terkena TB, jangan khawatir karena ternyata TB ini adalah jenis penyakit yang bisa disembuhkan.

    IV.  Mencegah TB dan penyebarannya

    Supaya kita terhindar dari TB ataupun tidak terkenal kuman TB (lagi), maka ada langkah-langkah yang harus kita lakukan, yaitu:

    1.  Jika menemukan teman atau diri kita sendiri memiliki gejala tersebut diatas, segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah penyakit berada pada level yang lebih berat dan penularan kepada orang di sekitar kita.
    2. Hindari meminum susu sapi mentah tanpa dimasak terlebih dahulu
    3. Jangan membuang ludah secara sembarangan apalagi di tempat umum
    4. Jangan melakukan kontak udara secara langsung dengan penderita , karena itu sebaiknya bagi penderita TB sebaiknya gunakanlah masker saat berbicara.
    5. Rumah tempat tingga sebaiknya memiliki ventilasi yang baik untu sirkulasi udara dan juga memungkinkan sinar matahari pagi masuk ke dalam rumah , karena TB akan mudah sekali menular atau berkembang biak dalam lingkungan yang lembab.
    Mencegah TBC pada anak, yaitu:

    1.  Imunisasi BCG : Dilakukan pada anak berumur kurang dari 2 bulan yang bertujuan untuk mencegah TB berat
    2. Memperhatikan riwayat kontaknya, dengan menyembuhkan orang dewasa atau orang tua yang terkena TBC tentu akan memutus rantai penyebaran TBC ini.
    3. Periksakanlah diri anda dan anak secara teratur kepada dokter atau puskesmas terdekat


    Kalau kita ingin sembuh dan sehat, pasti kita bisa, asal kita mau


    Reff:
    - Tuber
    Tuberculosis Symptoms – Five Signs That Could Indicate A TB Infection - See more at: http://www.zipheal.com/tuberculosis/tuberculosis-symptoms/5207#sthash.2B38L6Ku.dpuf
    Tuberculosis Symptoms – Five Signs That Could Indicate A TB Infection - See more at: http://www.zipheal.com/tuberculosis/tuberculosis-symptoms/5207#sthash.2B38L6Ku.dpuf
    Tuberculosis Symptoms – Five Signs That Could Indicate A TB Infection - See more at: http://www.zipheal.com/tuberculosis/tuberculosis-symptoms/5207#sthash.2B38L6Ku.dpuf

    ">

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Mengenali Gejala dan Penyembuhan Tuberkulosis (TB) Rating: 5 Reviewed By: myamazingadventure.com
    Scroll to Top