728x90 AdSpace

  • Latest News

    [Terios7wonders] Kisah Petualangan 7 Sahabat Menuju Pulau Komodo

    Sahabat Petualang Terios 7Wonders - Trip To Pulau Komodo

    Daihatsu menantang dunia blogger Indonesia dengan menguji nyali para blogger terbaik melalui sebuah kompetisi menulis, yang diikuti dengan tahap seleksi dan wawancara. Tujuannya adalah untuk menjaring mereka yang terbaik  mengikuti petualangan medan berat di salah satu pulau terkaya di Indonesia yaitu Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.

    Melalui proses seleksi ketat akhirnya ditemukan 50 blogger yang masuk Finalis. Proses ini cukup berat mengingat seluruh blogger mengerahkan seluruh senjata dan kemampuan terbaiknya untuk memenangkan kompetisi besar ini.

    Terjaringnya 5 Finalis terbaik untuk mengikuti petualangan bersama Daihatsu menuju Pulau Komodo sebagai salah satu Gerbang wisata Indonesia  menjadi awal dari dimulainya petualangan ini. 

    Adalah Harris Maulana, salah satu nama yang keluar dari 5  finalis terpilih yang berhak mengikuti petualangan menuju Pulau Komodo. Kita ketahui bersama bahwa komodo merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Sahabat petualang kita yang satu ini merupakan sosok yang  kiprah dan dedikasinya di dunia blogging sudah cukup dikenal dunia maya. Beliau juga sering memenangkan berbagai kompetisi blog di tanah air, menerbitkan sejumlah buku dan menginspirasi banyak orang melalui tulisannya. 

    Tak hanya di dunia online (maya), di acara offline pun kerap sekali Harris Maulana hadir berinteraksi dengan banyak kawan blogger tanpa sungkan sharing banyak hal termasuk kiat-kiat menulis yang baik. Wajar, setiap kali beliau menghasilkan karya dalam sebuah buku, akan segera ludes jikalau tidak segera membelinya.

    The True Blogger ini pun tak sulit membagikan petualangannya bersama Terios & Wonders secara up to date dengan menuliskan reportase perjalanannya ke dalam blog, sehingga pembaca juga bisa melihat informasi yang tersaji fresh tersebut dalam blog personalnya.  "Yah,dibilang sulit sih engga, asal kita mau mengorbankan jam tidur sekitar 2 jam saja untuk menuliskannya di blog ", ujar Harris Maulana ketika saya mewawancarainya di CyberPark Bekasi 14 November 2013 sekitar pkl 14.00 - 16.00wib.

    Menjadikan petualangan itu menjadi perjalanan yang "tidak sendirian" adalah dengan menuliskannya setiap hari ke dalam blog, maka pembaca juga ikut menikmati keindahan pulau komodo, baik yang tersaji dalam gambar, tulisan maupun video. Dengan begitu, blogger telah melakukan fungsinya sebagai duta wisata Indonesia.

    Kita patut berbangga ketika dunia mengenal dan menyukai Bali, Yogyakarta sebagai destinasi wisata. Namun, pada kenyataannya masih banyak pulau-pulau Indonesia yang belum kita eksplorasi yang memiliki potensi wisata bernilai tinggi yang bisa mendongkrak kemajuan perekonomian masyarakat setempat.

    Miris bukan?ketika Propinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki keistimewaan dengan adanya Komodo sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia, ternyata penduduknya masuk dalam jajaran pulau termiskin di Indonesia. 

    Namun, memperkenalkan destinasi wisata bukanlah tugas pemerintah, melainkan tugas kita bersama, swasta dan masyarakat. 

    Karena itu, Petualangan yang dilakukan Daihatsu ini  telah memilih Medan yang tepat untuk melakukan Penjelajahan & Eksplorasi wisata Indonesia, yaitu Pulau Komodo. Jika Daihatsu sudah melakukan Petualangan dengan jejak empat rodanya, bagaimana dengan kita, kapan akan melihat keindahan pulau yang luar biasa itu? melihat bagaimana Komodo dalam habitatnya, atau kapankah kita bisa melihat kehidupan sosial budaya masyarakat di sana? pendidikan? kesehatan, Infrastruktur?Telekomunikasi? apakah sejalan dengan kekayaan yang dimiliki pulau itu atau malah sebaliknya.

    Kini bersama Vilog atau VIVA Log, sebuah Platfrom yang mengangkat berbagai content positif dan membangun, mengajak masyarakat untuk melihat kembali bagaimana sesungguhnya kisah petualangan sahabat Terios 7Wonders. Penasaran bukan?


    Berikut wawancara saya dengan Harris Maulana di Cyberpark Bekasi, Kamis 14 November 2013. 

    Selain beliau adalah salah satu dari tujuh Finalis yang berhak mengikuti Trip To Komodo, beliau juga merupakan Juara 1 dari & 7 (tujuh) Sahabat Petualang yang merekam jejak Petualangan terbaik dalam tulisan, gambar, Video yang tersaji menarik.



    * Untuk Melihat Video, Silahkan Klik disini:
    Video Wawancara Sahabat Petualang 7Wonders - Harris Maulana


    1. Apa yang membuat kamu mau mengikuti tantangan Daihatsu 7 Wonders ini?

    "Waktu itu saya ingin ikut lomba ini, karena hadiahnya asik banget gitu yah. Jalan-jalan dari Jawa sampai ke Pulau Komodo lewat darat selama 14 hari  itu sangat menantanglah buat saya, makanya saya pengen ikut".

     "Kebetulan sebulan sebelumnya saya ke Merapi, dan pengalaman ini masih fresh , masih seger dan saya kirim cerita itu, dan Alhamdulillah masuk 50 besar"

    "Nah, saat 50 besar itu,  saya di interview, dan saya berusaha  menjawab 3 pertanyaan tersebut secara meyakinkan."

    1. "Kenapa mau ikut kesana? Berapa persen peluang anda untuk bisa masuk?"

    "Perjalanan ini sangat menantang, dan saya yakin punya peluang 100%"

    2. Ada masalah dengan cuti gak?(Mengingat perjalanan ini adalah 14 hari)

    "Saya gak ada masalah, saya freelance, selama masih ada WiFi saya masih bisa bekerja"

    3. Apa yang kamu lakukan kalau terpilih

    "Sebagai blogger saya bisa nge-tweet, live tweet, posting trus bikin tulisan sama bikin video trip, nah mungkin jawaban itu yang membuat saya jadi masuk 5 besar yang dipilih kesana ditambah 2 blogger yang dipilih, jadi totalnya 7 blogger yang berangkat."

    "Dari 7 finalis terpilih ini, dilombakan kembali tentang perjalanan. Kebetulan saya nulis hari per hari, jadi selama 14 hari itu saya menulis tambah 1 video trip dan itu dilombakan, dan kebetulan saya kemaren diumumkan dapat juara satu"

    3. Apa sih trik nya sehingga Harris Maulana keluar menjadi Juara Pertama?

    " Kita harus benar-benar serius, rela mengorbankan waktu istirahat juga. Memang capek sih waktu sampai di hotel, tapi kita ada tanggung jawab moril setelah diajak,  untuk menuliskannya,dan memosting di blog".

    " Saya sempatkan waktu 1-2 jam lah untuk menulis dengan mengurangi waktu tidur saya. Jadi supaya bebannya juga enggak terlalu berat. Besoknya kan kita harus nulis lagi, kalau ditumpuk justru akan jadi berat.  Nah, setelah perjalanan sehari selesai, saya justru posting setiap hari, jadi enggak terlalu berat bebannya". 

    3.Apakah menulis sesegera mungkin merupakan Tips menulis sehingga tidak basi?

    "Ya, itu merupakan salah satu tipsnya, dan tak hanya itu juga, pada saat dilokasi kita jangan lupa untuk nge-twit. Karena dengan ngetweet selain sharing buat yang lain juga mengingatkan kita peristiwa-peristiwa yang terjadi saat itu. Misalnya pada saat kita sudah nyampe di salah satu lokasi itu sampai jam-nya saja ter-rekam. Jadi gua pilih cara live twit, karena twit itu manfaatnya beragam dan banyak sekali."

    4. Mulai dari Menulis pertama kali, masuk 50 besar finalis, harus interview dan keluar menjadi 5 besar finalis, dan merekam Petualangan lagi dalam tulisan sampai akhirnya Juara Satu, bukankah tantangan Daihatsu 7 Wonder ini cukup berat, mengapa seorang Harris mau mengambil tantangan ini?

    "Kalau dibawanya fun, hobbi, tidak akan terlalu menjadi beban, jadi senang-senang aja"

    5. Jika Petualangan menuju Pulau Komodo 14 hari, di Pulau Komodonya sendiri berapa hari?

    "Total perjalanan menuju pulau Komodo sendiri adalah sebanyak 14 hari, dan di Pulau Komodo ada  2 hari"

    6. Bagaimana dengan akomodasi? biaya yang dikeluarkan dalam perjalanan ini?

    "Semua akomodasi ditanggung sepenuhnya oleh DAIHATSU, makan dan minum enggak usah mikir lagi gitu, trus kita juga dikasi uang saku sebanyak Rp 2,500,000.00 (dua juta lima ratus ribu rupiah) setiap blogger."

    7. Setelah sampai pulau komodo, pengalaman apa yang dirasakan oleh seorang Harris?

    "Setelah sampai, kita menginap di Kapal Pinishi. Jadi, satu kapal itu terdiri dari banyak kamar dan kita menginap disana. Itu merupakan pengalaman yang luar biasa dan pertama saya rasakan seumur hidup, baru kali ini mengalaminya"

    "Ketika baru bangun, Hari ke-2 kita disuguhi pemandangan Pulau Komodo dengan Pink Beach nya yang indah. Wohhh..!!  kayak dimana gitu."

    "Sore lihat sunset indah sekali. Kalau hari pertama kita diving di Pulau komodo yang pemandangannya sangat indah. Sebenarnya Hari kedua itu, kita diberikan dua pilihan, apakah apakah mau diving lagi atau mengunjungi pulau komodo, tentu saja pilihannya ke pulau komodo."

    8. Mengapa memilih ke Pulau Komodo?bukankah Diving sangat seru?

    "Saya memilih ke Pulau Komodo kenapa?, karena kalau diving bisa dimana saja, tapi kalau lihat komodo, yah hanya ada di Pulau Komodo."

    9. Pulau Komodo ini menjadi tempat wisata yang harus direkomendasi? dari segi akomodasi, seperti penginapan atau hotel, trasnportai, pelayanan, dan lain-lain apakah sudah memadai untuk tujuan wisata?"

    "Wah, sangat rekomendasi sekali, kalau tentang akomodasi, penginapan sudah ada pada level internasional. 

    Justru waktu saya kesana,  70% yang ada disana adalah orang bule. Pelayanan disana juga sudah proffesional,  mulai dari tour guide yang tersedia, kita bisa tanya apa yang harus dilakukan disana. Yah, singkatnya sudah memenuhi persyaratan-persyaratan wisata lah" 


    10. Apakah ada cerita rakyat yang biasa ada di kalangan masyarakat seputar Pulau Komodo?

    "Selama dua hari menginap di dalam kapal,  saya sudah cukup akrab dengan penduduk asli  disana . Malam sebelum kami tidur, seorang penduduk bercerita tentang sebuah cerita yang terjadi di Pulau Komodo." 
    "Konon, ceritanya ada seorang Putri Naga datang dari luar Pulau Komodo. Kemudian ia menikah dengan  pemuda setempat. Setelah beberapa waktu akhirnya putri naga melahirkan dua anak kembar. Namun, salah satu anaknya berwujud seperti seekor kadal."

    "Karena ibu dan keluarganya malu, akhirnya anak yang mirip kadal tersebut dibuang ke Pulau Rinca,dan anak yang berwajah manusia tinggal bersama kedua orangtuanya."

    "Anak yang bersama ibunya pun tumbuh menjadi besar dan dewasa, sementara saudara kembarnya yang menyerupai kadal tidak tahu entah dimana. Suatu waktu, si anak ini pergi kehutan di Pulau Rinca untuk berburu bersama ibunya.  Pada saat itu, si anak bertemu seekor komodo yang tidak lain tidak bukan adalah saudara kembarnya. Melihat ada seekor komodo, kemudia si anak berusaha untuk membunuh Komodo tersebut dengan cara memanahnya. Namun  sang ibu melarang anaknya tesebut dengan memberitahukan bahwa sesungguhnya Komodo tersebut adalah saudara kembarnya."

    "Sang anak tidak percaya ia memilih saudara kembar berwujud komodo tersebut, sampai akhirnya ibunya memberitahukan bahwa merek memiliki tanda lahir yang sama di tangan sebelah kanannya. Dan setelah diperiksa, ternyata benar Sang anak dan saudara kembarnya Komodo tersebut memiliki tanda gambar yang sama, dan akhirnya ia tidak jadi membunuh Komodo tersebut lalu melepaskannya".

    11. Masyarakat Indonesia masih belum banyak yang berwisata ke Pulau Komodo, apa saran bagi teman-teman yang mungkin sedang merencanakan destinasi wisata untuk liburannya?

    " Sebenarnya bisa jadi begini, kalau ke Pulau Komodo kan cukup jauh dan biayanya mahal, kalau ingin ke Pulau Komodo, mendingan teman-teman perginya rame-rame dalam kelompok.

    Kalau kesana rame-rame, sewa kapal kan bisa barengan patungaannya, booth dan biaya sewa lainnya bisa lebih diper-ringan lagi lah."

    12. Kalau untuk para Blogger Indonesia, ada pesan gak?

    "Buat kawan-kawan Blogger, sempatkan jalan-jalan ke tempat wisata. Enggak perlu jauh, mulai dari yang dekat saja dulu, kemudian lakukan eksplorasi dan yang pasti jangan lupa untuk memostingnya di blog sehingga orang lain juga ikut menikmatinya kalau suatu waktu ada kesempatan bisa pergi kesana."

    Harris juga mengaku nyaman berkendara dengan Daihatsu tanpa "mabok darat"  walau medan yang dilalui juga memalui medan yang berat. Sambil tertawa, Harris juga mengatakan, " justru saya maboknya di kapal Pinishi."  Mari kita simak perjalanan Sahabat Petualang kita selama 14 hari.

    14 Hari Perjalanan Sahabat Petualang Bersama Daihatsu Terios 7 Wonders


    1 Oktober memulai perjalanan dari Bellanova Sentul dengan 7 Mobil Terios Baru ,kilometer 7, bersama 7 Blogger, 7 Media, 7 Driver dan 3 Tim Pendukung berangkat menuju Sawar

    Menurut Mumun " Selama 14 hari ini, sahabat petualanglah yang akan menjadi keluarga ". Mumun seorang sahabat petualang yang lahir tanggal 7 bulan 7 berangkat dengan mobil Terios ke-7 menuju 7 destinasi wisata sampai ke salah satu tempat yang menjadi 7 kejaiban dunia, menjadikan petualangan ini begitu berarti khusus baginya, "How lucky I'am" begitulah tuturnya.

    Awalnya Luci ragu dengan kondisi fisik jika berpetualang lewat jalan darat dengan waktu yang panjang, akhirnya berangkat dengan percaya diri dengan Terios.

    Sesungguhnya Petualangan ini dilakukan,  bukanlah petualangan tersembunyi untuk kesenangan pribadi, akan tetapi "Petulangan ini untuk masyarakat Indonesia"  kata Wira " Our destination is not really hidden, but it is, to most Indonesian people". 

    Terios  TX memilih jalan curam dan berliku melewati chideung dan sungai tarik dan akhirnya tiba di pelabuhan ratu pukul 12.00 sesuai target. 

    Setelah meyantap menu seafood sembari menikmati keindahan pantai, Tim Terios TX 7 Wonders melanjutkan perjalanan dengan melewati medan dengan kemiringan 45 derajat dan tikungan 180 derajat. Akhirnya sampai di Desa Sawarna pukul 15.30 , berjalan kaki 800 meter menuju pantai sawarna melewati jembatan gantung dan rumah penduduk. 

    Lelah  para sahabat petualang tergantikan tak kala melihat keindahan pantai sawarna dengan dua batu layar dibawah bayangan sunset yang indah. Namun, dibalik keindahan itu, Giri menyayangkan lokasi keindahan pantai sawarna yang belum dijaga sepenuhnya oleh masyarakat. Lalu lalang kendaraan bermotor serta buang sampah (sisa makanan, kemasan & puntung rokok) masih sembarangan dilakukan.


    Berangkat pagi hari pukul 6.00wib,  makan siang di Cileunyi, lalu melanjutkan perjalanan kembali hingga akhirnya sampai di Banyumas.

    Disini tim makan malam bersama serta beristirahat di PringSewu Sumpiuh. Namun ternyata tim Terios 7 Wonder melanjutkan perjalanan kembali dan sampai di Jogjakarta pada pukul 01.30 pagi. 16 Perjalanan di  hari kedua pastilah bukan sebuah perjalanan yang singkat. 

    Ada  pelajaran baru yang dishare oleh sahabat petualang kita ini, yaitu:

    Terios dan Tugu Jogjakarta
    1. Leader paling depan dan Sweaper paling belakang adalah sangat baik bagi perjalanan konvoi dan ini  merupakan aturan internasional.

    2. Handy Talky sangat memudahkan untuk komunikasi dalam perjalanan

    3. Buatlah rencana perjalanan termasuk mengenai waktu dan perkiraan kondisi jalan

    4. GPS merupakan salah satu untuk menemukan rute jalan singkat dan tercepat. Perlunya merencanakan titik kumpul yang memudahkan perjalanan lebih efektif tanpa saling menunggu.

    5. Toleransi jarak berkendara adalah 2 detik untuk keselamatan pengendara.

    6.Gunakan lampu utama, sehingga melalui kaca spion driver bisa melihat kendaraan tim nya di belakang.

    7. Perlu toleransi dalam berlalu lintas, memberi jalan kepada pengendara lain yang ingin mendahului juga adalah cara bijak, karena mungkin saja ada kebutuhan khusus sehingga kendaraan itu harus melaju cepat.


    Di Hari ke-3 Daihatsu mengadakan program tanam 10.000 pohon yang didukung pemerintah Jogjakarta.
    Menggunakan Terios tanpa For Wheel Drive, sahabat petualang kita kali ini menantang sendiri kemampuan Terios menuju Merapi 

    Menurut Harris Maulana, Medan yang terdiri dari jalan berpasir dan lokasi yang ekstrim serta titik wilayah terkena erupsi merapi yang terjadi pada tahun 2010 dialui Roda Terios tanpa beban.

    Bambang awalnya ragu Terios ini bisa melintasi lereng merapi dengan medan berat serta jalan berpasir yang banyak bebatuan, namun ternyata Terios melalui dengan aman dan tetap nyaman bagi penumpang di dalamnya.


    Hari ke-4 berbeda dari hari sebelumnya karena hampir seharian penuh berada di perjalanan. Tim sahabat petualang berangkat pukul 09.00 dan pukul 22.00wib tiba di kota Malang.  

    Namun tim merasa nyaman melakukan perjalanan dengan Terios ini selain performa yang baik dan memuaskan terdapat banyak kelebihan yang diamati oleh sahabat petualang kita yang satu ini; 

    Dua Air bag pengemudi dan penumpang, Sistem Anti Lock Braking System, Seluruh penumpang sampai ke belakang aman dengan seat belt, Audio Video untuk menghibur pengendara yang tersambung dengan USB sehingga bisa menikmati musik sambil menikmati perjalanan, kursi yang nyaman dimana seluruh kursi yang memiliki sandaran kepala serta tampilan dalam dan luar mobil yang elegan.


    Sahabat petualang menuju danau Pani seluas 4 hektar, yang terletak di kaki gunung Semeru yang dihuni penduduk asli suku Tengger.  Ada juga danau lain di sekitar Ranu pani yaitu Ranu Kumbolo yang sering dijadikan tempat syuting film.

    Harris Maulana Berusaha menangkis dinginnya malam bersuhu 5 derajat, sahabat petualang menggunakan jaket, topi dan sarungtangan tebal sembari menikmati serunya malam penuh bintang bersama api unggun didekat tenda-tenda yang sudah disiapkan. Lalu tidur lelap didalam tenda.

    Namun, Bambang memilih melakukan sensasi yang berbeda, ia berhasil merayu 2 teman lainnya untuk tidur di luar tenda berselimutkan bintang menikmati alam. (serunya..)
    Indahnya Ranu Kumbolo
    Pagi harinya, sahabat petualang bangun melawan kantuk mendengar suara teman-teman lain bergegas bangun dari tidur berburu  sunrise yang membuat pemandangan sekitar danau semakin indah.

    Walau rasanya masih ingin menikmati nature nya keindahan danau sekitar, sahabat petualang harus segera bergegas pukul 10.00 pagi untuk melanjutkan petualangan seru.


    Melanjutkan perjalanan, sahabat petualang akhirnya sampai  Baluran pada pukul 08.00 malam. Menikmati santap malam yang berlanjut dengan 1 jam safari malam menyaksikan kehidupan malam hewan di Baluran dengan menggunakan cahaya lampu senter tanpa berisik sehingga hewan disana tidak merasa terusik. 

    Wow...cukup menegangkan yah petualangan sahabat kali ini, sampai-sampai mereka bisa melihat burung dan kijang melintas, monyet bergelantungan. (Gbr: Tengkorak Rusa)



    Pukul 5 dini hari, segera meraih kamera sesaat sesudah bangun tidur, sahabat petualang pun "Berburu Sunrise". Baluran adalah wilayah yang masuk dalam pembagian kawasan Indonesia bagian tengah, sehingga pukul 5 pagi di daerah ini sudah terang layaknya jam 6 pagi di Waktu Indonesia Barat.

    Terios Sang Mobil Petualang
    Ada kejadian lucu yang dialami sahabat petualang ketika kembai ke wisma untuk sarapan pagi, ada banyak monyet yang datang namun segera berlarian saat di hardik (wah, seperti di film-film yah).

    Menuju agenda berikutnya, sahabat petualang harus meninggalkan Baluran dengan segera dan dalam waktu 1 jam sudah sampai di Bali.

    Tiba di Bali segera santap menu khas Bali seperti Ayam Betutu dan beristirahat di Pulau Dewata dengan nyaman dan tidur nyenyak, karena esok petualangan seru menanti.

    Hari ke-8 Pulau Lombok, Ketika Sahabat Petualang Terios 7Wonder Semakin Merasakan Kekeluargaan (08 Oktober 2013

    Satu jam dari Pulau Dewata, sahabat petualang sudah tiba di Padang Bay menuju Pulau Lombok. Melanjutkan perjalanan melalui kapal menjadi momen tepat menikmati waktu santai. Akhirnya sampai di Kota Mataram 3 jam kemudian. 

    Disuguhi makanan khas Ayam Taliwang rasanya menjadi santapan lezat bagi sahabat petualang. Selain itu sahabat petualang pun semakin akrab satu sama lain bagaikan satu keluarga.

    7 Sahabat Petualang Terios 7 Wonders
    Tujuh sahabat petualang itu adalah

    1. Bambang Priyadi (passion sekali menulis panjang dan lengkap) 2.Giri Satrio (Blogger yang sangat disiplin terhadap waktu. 3 Lucia Nancy (Traveller Blogger domestik dan Internasional, diundang langsung oleh Daihatsu tanpa melalui lomba. 4 Mumun Indohoy (Blogger ini sangat antusias mempromosikan wisata Indonesia ke mancanegara) 5. Puput Aryanto ( Sangat passion dengan dunia Photography karena itu tiap momen pasti akan ia abadikan) 6. Wira Nurmansyah (Memiliki sklil dalam teknik photography termasuk mengedit tampilan foto sehingga semakin cantik dan menarik).

    Sahabat Petualang yang ke-tujuh, saya akan tuliskan sendiri, yaitu "Harris Maulana:

    Saya benar-benar mengenal sahabat petualang yang satu ini sewaktu bertemu di Loji Gandrung kediaman Bpk. Rudyatmo Walikota Solo pada saat ASEAN Blogger Festival Solo 9-12 Mei 2013 yang lalu, setelah sebelumnya saya sudah banyak mendengar tentang sahabat petualang yang satu ini. 

    Waktu itu saya diundang personal mengikuti ABFI 2013 di Solo, karena terpilih mejadi Juara Pertama Kontes Semi SEO Google Writing Competition "Peduli Aids" diselengarakan oleh Asean Blogger kerjasama Kementerian Luar Negeri dan Aids Watch Indonesia.

    Sahabat Petualang kita ini merupakan seorang Blogger yang tak hanya aktif di online saja tetapi juga kerap melakukan kegiatan offline. Dengan begitu, ia memiliki interaksi nyata dengan sahabat-sahabat maya sehingga benar-benar menjadi kawan di dunia nyata. 

    Dalam berbagai diskusi ia benar-benar memanfaatkan twitter menjadi sarana berbagi, serta interaktif dalam seminar dan diskusi lewat penyampaian berbagai pandangan dan pertanyaan kepada nara sumber.

    Passionnya dalam menulis di dunia blog membuat namanya sangat pantas muncul dalam "jajaran teratas" pemenang kompetisi lomba menulis yang bisa dikategorikan "kelas berat". 

    Blogger ini suka sharing berbagai tips dalam menulis, sehingga tak jarang, setiap bukunya pun dengan cepat segera ludes di toko-toko buku Gramedia jika kita tak segera membelinya. 

    Bagi saya, Harris Maulana merupakan sosok Blogger yang menjadi Inspirasi, bahwa Menulis Merupakan Gaya Hidup


    Desa Sade Rambitan yang dihuni penduduk suku sasak yang berada di kawasan Lombok Tengah menjadi agenda perjalanan pada sahabat petualang Terios 7Wonders.

    Gendak Belik menjadi "Welcome Greetings" bagi para pengunjung asing yang datang ke tempat ini yang kemudian diikuti berbagai suguhan tarian lainnya seperti tari peresean (seperti latihan bertarung dua pemuda sasak).


    Desa yang memiliki sekitar 150 rumah dengan penduduk berkisar 750 orang ini memiliki budaya dan adat istiadat yang masih asli, seperti; mengambil padi dari lumbung hanya dilakukan perempuan, mengepel lantai dengan kotoran kerbau supaya tanah mengkilat, kaum perempuan yang harus mahir menenun pakaian sebelum menikah dan banyak lagi.

    Tim Terios 7 Wonders juga memberi bantuan buku untuk perpustakaan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Pintar bersama Dihatsu kepada Pondok Pesantren Almasyhudien Nahdlatulwathan.

    Petualangan dilanjutkan menuju Pantai PINK di Lombok Timur desa Sekaroh, lalu dengan medan berat Terios TX menuju Pantai Selong Belanak


    Anak-Anak Desa Bersama Terios Sang Petualang
    Berangkat dari pukul 8 pagi, menuju warehouse service mobil, sahabat petualang melanjutkan perjalanan  ke Pulau Sumbawa, Pukul 12.00 siang tiba dan santap siang di sebuah warung makan sederhana. Dari sana petualangan berlanjut sambil menikmati pemandangan laut dan perbukitan yang indah. 

    Mumun salah satu sahabat petualang yang sangat tersentuh hatinya ketika bertemu dengan anak-anak sumbawa ini. Mumun mengisakan, layaknya anak Indonesia umumnya, mereka juga memiliki artis idola cilik kesukaan mereka, bermain dengan gelembung-gelembung bahkan ketika diberitahu mungkin saja mereka akan berada di TV, mereka sangat excited.

    Bagi mumun bersama anak-anak ini merupakan kisah yang sangat berharga dalam perjalanan petualangan ini.


    Suara Ombak Lakey Beach dengan pemandangan indah sangat menyegarkan pandangan mata sahabat petualang

    Sampai  di sebuah Desa bernama Palama yang penduduknya memiliki peternakan kuda liar, kambing atau ayam. Sahabat petualang juga diperlihatkan bagaimana cara memerah susu kuda liar yang benar (sama dengan sapi).


    Wira memaparkan bahwa, kuda-kuda liar ini bukan berarti tidak memiliki pemilik, namun hanya saja diberikan kebebasan berada di habitat alami bukan dalam sebuah kandang kuda.

    Perjalanan berlanjut ke pulau bima dengan melintasi pemandangan laut yang indah dan disambut hangat oleh Daihatsu Feroza Club Bima dengan di kawal dua mobil Feroza. "Waw...!!! Amazing bukan?perjalanan sahabat petualang Terios 7Wonders ini? " Merinding bangga membaca petualangan sahabat kita ini.

    Kapal Ferry menuju labuhan bajo sudah menunggu, terharu dan sedih dirasakan oleh sahabat petualang ketika berpisah dengan tim driver dan 6 Terios yang sudah menempuh medan berat menghantarkan mereka. Hanya satu Mobil Terios yang akan dibawa ke Pulau Komodo.

    Akirnya sahabat petualang berangkat dengan ferry menuju labuhan bajo, mengantisipasi diri dari mabuk darat, sahabat kita yang satu ini minum obat antimo (anti mabuk) dan siap berangkat menuju Labuhan Bajo.



    Bangun dini hari mengabadikan pemandangan yang masih belum "disentuh" pagi itu, mempercantik bidikan foto sahabat petualang kita ini. Cantiknya pantai bersisik, pantai pede -  Labuhan Bajo pun tak luput dari pandangan Harris Maulana

    Tim petualang Terios 7 Wonders dibagi menjadi dua kelompok saat memasuki kapal Phinisi. Kapal Phinisi ini sendiri adalah kapal tradisional yang terdiri dari 6 kamar tidur yang memiliki sundeck di atasnya sebagai tempat berjemur.



    Sebelum terlelap tidur, Harris Maulana dan sahabat petualang lainnya mendengar sebuah cerita yang dikisahkan pak Mustaqim salah seorang ABK dari playaran.

    Konon, ada seorang putri naga yang menikah dengan manusia dan melahirkan anak kembar. Namun, salah satunya berwujud kadal dan akirnya dibuang ke pulau lain. 

    Kemudian si anak bertumbuh dewasa mengetahui bahwa saudara kembarnya adalah seekor komodo yang ditandai dengan tanda lahir yang sama. Rahasia itu diberitahukan ibunya pada saat sang anak berburu hendak membunuh komodo dan Akhirnya komodo dibiarkan hidup.

    Pantai Pink
    Esok harinya, pemandangan menakjubkan dirasakan sahabat petualang kita ketika melihat pemandangan pulau komodo dan pantai pink yang begitu indah. Semua sahabat petualang sampai di darat dan siap menikmati langsung keindahan pantai yang sangat indah itu.

    Lalu sahabat petualang kembali ke dermaga dan melihat satu mobil Terios sampai di pulau komodo. Menurut ABK yang dikisahkan oleh sahabat petualang Harris Maulana, baru kali itu ada mobil yang sampai di dermaga, sebelumnya mereka belum pernah melihat.

    Sahabat Petualang berada diantara dua pilihan

    1. Kembali diving di Manta Spot ?
    atau
    2. Trekking ke Pulau Rinca

    Setelah sepakat, akhirnya sahabat petualang memutuskan ke pulau Rinca dengan alasan yang sangat kuat "Diving dan melihat manta bisa dimana saja, sementara kesempatan untuk melihat komodo hanya bisa dilakukan di tempat ini"


    Sahabat Petualang di Sarang Komodo


    Inilah Komodo, yang menjadi kebanggaan bangsa bisa
    memilikinya & merupakan salah satu dari 7 Keajaiban Dunia


    Sahabat Petualanga di Taman Nasional Komodo
    Selama berada di Taman Nasional Komodo, semua sahabat petualang diminta untuk lebih berhati-hari. Disini juga mereka berhasil membidik beberapa foto sang komodo, ada total 7 komodo yang berhasil mereka abadikan dalam perjalanan in

    Kejutan di Pulau Kalong

    Setelah beranjak dari pulau komodo, sahabat petualang menuju pulau kalong oleh ajakan ABK Mustaqim. 

    Awalnya mereka bingung karena tampaknya pulau tersebut biasa saja. Sampai akhirnya mereka melihat banyak kapal mulai merapat dan ternyata sesuatu pemandangan muncul "Puluhan ribu kelelawar keluar dari pulau tersebut dan menuju labuhan bajo" dan berlangsung hampir sekitar 30 menit.




    Akhirnya sahabat petualang kembali ke Labuhan Bajo, lengkap sudah petualangan bersama Terios 7 Wonders. 7 Destinasi petualangan sudah dilalui mulai dari Sawarna, Merapi (Banten), Ranu Pani (Jogja), Semeru (Baluran), Sade Rembitan (Banyuwangi), Dompu (Lombok), Sumbawa hingga pada akhirnya tiba di destinasi ke 7 di Pulau Komodo yang merupakan salah satu dari 7 Keajaiban Dunia.

    Luci juga menyampaikan rasa kekagumannya kepada Daihatsu yang tidak menjadikan perjalanan ke Pulau Komodo ini sebagai slogan semata, namun mereka berhasil membawa sebuah mobil Terios sampai di Pulau Komodo dengan menggunakan kapal. Lengkaplah juga perjalanan mobil Terios sang mobil petualang ini tiba di Pulau Komodo.

    Sahabat Petualang kita Harris Maulana pun mengabadikan perjalanan ini dalam sebuah Video sebagai wujud kebanggaan terhadap wisata Indonesia dan komitmen janji terhadap Daihatsu sebelum melakukan perjalanan.

    Wah, merupakan petualangan yang tak terlupakan yang telah dilakukan oleh Tim Terios 7 Wonders, tentunya ini merupakan upaya yang sangat besar sekali dari Daihatsu dalam mengangkat wisata Indonesia. Terios sudah menjadi duta wisata Indonesia, dengan membawa para sahabat petualang terpilih dari berbagai penjuru tanah air. Semoga petualangan ini berdampak luas dan besar bagi wisata Indonesia serta memberi pengaruh positif dan luas bagi seluruh masyarakat serta pemerintah dan swasta.

    Ditunggu kabar spektakuler dan gebrakan lainnya dari Daihatsu Indonesia.

    Petualangan Terios 7 Wonders - Pulau Komodo
    We'll Wait For The Next Adventure Daihatsu..!!



    Thanks To: 


    >
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: [Terios7wonders] Kisah Petualangan 7 Sahabat Menuju Pulau Komodo Rating: 5 Reviewed By: myamazingadventure.com
    Scroll to Top