728x90 AdSpace

  • Latest News

    Peringatan Pengawas Pers Internasional, Filipina Tempat BERBAHAYA Bagi Wartawan

    Picture: BBC News

    Kemajuan teknologi informasi memunculkan berbagai ide untuk menciptakan koneksi yang luas di dunia internet.
    Munculnya berbagai jejaring sosial seperti facebook, twitter,instagram dan media sosial lainya yang mempercepat proses penyampaian pesan pers. Kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan dengan penetrasi yang terbanyak dalam penggunaan situs jejaring sosial.

    Indonesia saja merupakan pengguna twitter terbanyak ke -5 di dunia sekaligus No 1 di Asia Tenggara. Twitter menjadi media yang tepat untuk saling berbagi bermacam informasi seperti ide, info lalu lintas, pengalaman, bisnis dan banyak lagi.

    Menurut  Click Top 10, Tp 10 Countries With Most Facebook User in 2013, negara paling banyak menggunakan Facebook adalah:

    1. Amerika Serikat
    2. Brazil
    3. India
    4. Indonesia
    5. Mexizo
    6. Inggris Raya
    7. Turki
    8.Filipina
    9. Prancis
    10. Jerman

    Can you see? Indonesia ternyata pengguna Facebook ke-4 di Dunia dan Filipina di urutan ke-8. Itu artinya Indonesia dan Filipina Negara di Asia Tenggara bahkan di Asia yang memiliki penetrasi terbesar terhadap sosial media twitter dan facebook.

    Para penulis digitas di media blog di Indonesia berbagi tulisan dan sharing di bermacam situs jejaring sosial seperti facebook dan Twitter. Bahkan tulisan para blogger inipun tak dianggap remeh, karena di Indonesia sendiri memberikan informasi yang sangat cepat bahkan mendahului bermacam media TV. Hanya saja sharing informasi itu dilakukan melalui media sosial. Blogger juga ambil andil dalam menciptakan konektifitas informasi yang merata kepada penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 267 juta jiwa ini. Berbagai sharing pendidikan, wirausaha, tips dan hal positif yang membangun pun terus mengalir di dunia digital.

    Internet menjadi sarana yang mengedukasi masyarakat, selain itu Blogger menjadi informan yang kadang lebih dipercaya daripada sebuah media berita nasional. Kebanyakan Blogger akan sharing pengalaman sendiri dan pendapat sendiri mencakup berbagai analisa yang membuka wawasan masyarakat.

    Dengan banyaknya jejaring sosail di media dan negara asia tenggara sebagai negara pengguna paling terbanyak, memungkinkan kebebasan berekspresi di media sosial pun kian banyak, but are you sure??  Namun faktanya untuk kebebasan pers,  Kawasan Asia Tenggara ternyata sangat jauh di bawah standar.

    Indonesia dan Filipina merupakan dua negara di asia tenggara yang mewujudkan kebebasan pers di negaranya, namun faktanya, status ini tercoreng dengan kisah buruk yang dialami media pers di negara ini. Freedom House menempatkan negara Indonesia posisi terbaik sebagai negara yang memberikan ruang berekspresi yang lebih besar terhadap pers sementara negara lainnya masih tidak memberikan kebebasan kepada pers .

    Comitee to protect journalis (CPJ) mengungkapkan bahwa pada tahun 2012 jumlah wartawan yang terbunuh berkisar 70 orang dimana 6 diantaranya adalah wartawan di Asia tenggara. Dan Filipina menempati urutan pertama sebagai negara yang ditemukananya tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap wartawan. dari 70 wartawan yang terbunuh didunia,  4 diataranya pada tahun 2012 adalah wartawan di Filipina,1 dari Indonesia dan 1 lagi dari Kamboja. Wartawan tersebut terbunuh terkait dengan posisinya sebagai media pers.

    Kawasan Asia Tenggara (tentunya negara-negara ASEAN), adalah kawasan dimana negara tersebut memiliki tingkat kebebasan pers terendah di dunia, begitu informasi yang diberikan oleh Indeks Kebebasan Pers (Reporters Withour Border). 

    Namun, kendatipun demikian, kebebasan pers di suatu negara tentu terkait dengan undang-undang yang dibuat oleh suatu negara yang dipengaruhi oleh kondisi profesionalisme dari pers yang sebenarnya memiliki kode etik sebagai wartawan. Karena itu, kebebasan pers ini juga harus menyangkut kepentingan orang banyak, artinya negara perlu menjaga keamanan nasional nya dari berita-berita yang memancing provokasi karena tiap  negara juga perlu melindungi keamanan nasionalnya.

    Saat ini Filipina merupakan negara yang sudah memberikan kebebasan pada media untuk berekspresi, hanya saja perlu nya para Media, ataupun Blogger untuk memahami kode etik dan undang-undang yang berlaku di negara tersebut.

    Kita tidak bisa melupakan bahwa negara di Asia tenggara sangat kaya akan alam dan budaya, satu negara saja memiliki ratusan budaya dan bahasa. Contohnya saja di Indonesia, satu suku seperti di Sumatera Utara, ambil saja suku batak, batak saja memiliki 6 bahasa yang berbeda dengan latar belakang budaya yang berbeda. Tak hanya itu, masih banyak budaya Indonesia yang masih sensitif terhadap sebuah informasi, katakan saja di pedalaman papua, mudah sekali masyarakat terprovokasi sehingga seringnya perang antar desa terjadi, bahkan aksi brutal terhadap pembakaran sebuah desa bukan sesuatu yang mustahil terjadi.

    Jadi sangat penting juga untuk semua Jurnalis baik wartawan ataupun jurnalis warga atau social media user untuk berhati-hati dalam memberikan sebuah informasi. Sebaiknya kode etik merupakan sesuatu yang harus diperhatikan. Asia negara serumpun memiliki berbagai jenis suku bangsa dan bahasa, menjadi kawasan yang kaya namun harus dijaga bersama, termasuk oleh para awak media.

    Politik adu domba merupakan sejarah yang tak terlupakan yang memporakporandakan kemerdekaan Republik Indonesia. 350Tahun di jajah Belanda, 3.5 tahun di Jajah bangsa Jepang, tentu menjadi pelajaran besar bagi anak cucu bangsa. Negara Asia Tenggara lainnya juga mengalami penjajahan baik  itu Malaysia, Filipina, Kamboja, Brunei, Laos, Kamboja, Myanmar. Thailand merupakan satu-satu nya negara yang tidak pernah dijajah. Keterbukaan terhadap dunia luar dan banyaknya sumber daya manusia yang terdidik dan mengecam pendidikan di Eropa tentu menjadi faktor pendukung, selain wilayahnya yang merupakan perbatasan kolonial Eropa, Inggris, Prancis dan Belanda.

    Dunia teknologi informasi semakin berkembang di Asia, justru penyebaran sebuah informasi sebaiknya diperhatikan dan dipertanggung jawabkan. Keamanan Nasional adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, aparat, masyarakat bahkan media. Tentu bukan sesuatu yang asing lagi diteling katika Negara Tetangga Malaysia acap kali bersiteru dengan negara-negara Asean lainnya termasuk Indonesia.

    Perang antar sosial mediapun sering terjadi, baik dari pihak malaysia yang menyerang Indonesia. Satu sisi informasi ini mungkin perlu didengar oleh warga, tetapi dalam setiap tulisan sebaiknya kita mencantumkan nilai-nilai yang diambil dari sebuah peristiwa yang sangat sensitif. Contohnya, 4 kapal berbendera malaysia yang pernah masuk ke perairan Indonesia tanpa ijin untuk melakukan ilegal fishing , penangkapan ikan secara ilegal di Selat Malaka Indonesia dimana 3 kapalnya ternyata tak sempat ditangkap dalam pengejaran, dan ternyata penghuni kapal tersebut ada yang berkewarganegaraan Myanmar.

    Paling tidak kita lebih positif lagi menanggapi berita ini, mungkin nilai yang bisa diambil adalah perlunya pembenahan kapal Indonesia agar lebih canggih lagi sehingga mampu mengejar kapal-kapal asing yang sering melecehkan dengan masuk keluar perairan Indonesia. Nilai yang bisa kita lihat pikirkan dan pertimbangkan, kapal berbendera Malaysia tersebut ternyata digunakan oleh warga negara Myanmar. Artinya selama ini, mungkin saja di berbagai media termasuk Blogger banyak yang menuliskan hal memprovokasi, contohnya "Blogger yang melecehkan Indonesia, ditulisa dalam bahasa Melayu, padahal belum tentu yang menuliskan itu orang malaysia"

    Banyak terjadi kasus-kasus yang dianggap pelecehan terhadap bangsa seperti kasus Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia yang diperlakukan semena-mena, bahkan kejadian supporter sepak bola malaysia yang menghina Indonesia. Kita bisa menuliskan semua itu dalam dunia blog, tetapi jangan lupa masukkan Nilai Yang berharga dari Tulisan yang kita publish, sehingga tidak terdapat unsur provokasi. Sehingga kejadian "Ganyang Malaysia" maupun "Perang dengan Malaysia" tidak perlu dilakukan, hanya saja kita segera lakukan koreksi terhadap sistem pemerintahan kita, lakukan solusi , bukan menceritakan masalah. Perkuat sistem dalam pemerintahan.

    Negara Asean lainnya masih belum sebebas bangsa Indonesia. Bahkan kabar baiknya, Indonesia semakin dikenal dengan sistem pemerintahan yang semakin Inkulisf. Tidak ada pemerintahan yang diktator atau eksklusif, tetapi era "Blusukan" sebagai ciri pemerintahan yang berbaur dengan rakyat merupakan kebanggan bangsa yang di kenal dunia.

    Sebagai Blogger, kita bebas untuk mengekspresikan segala informasi, tetapi nilai dan fungsi penyebaran informasi itu kita bisa pertanggungjawabkan. Memang kebebasan berekspresi itu sangat perlu, karena penyebaran informasi yang merata akan memajukan sebuah bangsa. Sengaja ekspose Berita negatif pada saatnya akan lelah sendiri, namun yang terpenting adalah Blogger bisa melakukan sharing pendidikan kepada masyarakat terhadap budaya Me"Respon" sebuah berita.

    Negara akan semakin maju jika masyarakatnya diberikan kebebasan berekpresi dalam sharing informasi dan berita, tetapi akan menjadi ancaman ketika masyarakat pun tidak mendapat bekal mendidik terhadap respon sebuah informasi. Profesi yang "sangat merakyat" ini bisa menjadi "profesi Berbahaya" bagi diri sendiri ataupun masyarakat.  And I Love to "Citizen Journalism"

    Wartawan adalah Profesi Membanggakan

    Asia termasuk Indonesia dan Filipina adalah negara Merdeka yang seharusnya dibarengi dengan kemerdekaan menuangkan pikiran dan informasi secara bebas sesuai undang-undang. 

    Peristiwa di tembak matinya wartawan Filipina menjadi duka yang mendalam bagi seluruh pers dunia. Apakah wartawan menjadi profesi yang menyenangkan atau sebenarnya profesi yang berbahaya yang terancam pada pembunuhan setiap waktu?

    Pengawas Pers Internasional sendiri sudah memberikan teguran tersendiri dengan mengungkapkan bahwa Filipina merupakan Negara paling berbahaya bagi Pers. 20 Tahun lebih, kasus pembunuhan wartawan di Filipina terus terjadi dan pembunuhan itu sudah menewaskan lebih dari 100 wartawan terkait dengan profesi mereka. Ini merupakan warning bagi Filipina sekaligus negara Asean. Tahun 2015 nanti akan ada kesatuan Komunitas Asean. Pilar pertama tentang keamanan negara menjadi landasan yang terpenting. Hak azazi manusia harus diatur dalam rule kesepakatan Asean dengan jelas.

    Akan banyak arus lalu lintas yang terjadi di negara Filipina seiring dengan kesatuan ekonomi asean dimana akan ada perdagangan bebas yang berbasis pada pasar tunggal. Tak hanya pelaku bisnis, para wisatawan yang juga terdiri dari para traveller ataupun blogger akan sangat sering sekali melakukan perjalanan wisata mengeksplore negara Filipina, dan menuangkan pengalaman itu dalam tulisan di dalam Media Blog.

    Namun seiring dengan perjalanan wisata, mungkin saja masyarakat Asean lainnya menemukan sesuatu informasi lain yang mungkin "dianggap negatif"oleh pemerintah Filipina dan mereka menuliskannya dalam sebuah Blog. Bagaimana Filipina dan Asean menanggapi hal ini? apakah ini menjadi Warning bagi Blogger Indonesia atau Blogger negara Asean lainnya untuk tak menuliskan sesuatu tentang Filipina?

    4 Tahun lalu, kejadian terburuk yang dialami wartawan Filipina mengejutkan dunia, dimana pada November 2009 terjadi pembunuhan lebih dari 30 wartawan diculik dan dibunuh kelompok bersenjata yang setia terhadap partai politik terkemuka di manguindanai dan Mindano.

    Penjara 20 Tahun Bagi Blogger Myanmar

    Nay Myo Kyaw merupakan blogger yang sering menulis tentang keseharian dalam dunia blog, dan dia juga menuliskan tentang masa sukar masyarakat mynamar ketika diperintah rezim Junta militer  pada tahun 1962. Ini dianggap kampanye negatif dan melanggar banyak undang-undang Myanmar, sehingga hukuman 20tahun pernjara jatuh padanya.

    Kejadian ini tentu mengingatkan kita pada zaman pemerintahan soeharto dimana banyak orang-orang yang hilang tiba-tiba tanpa sebab, seperti kasus yang diperjuangkan Munir Said Thalib  sampai akhir hidupnya. 

    Menurut saya, sistem pemerintahan yang bersifat otoriter, vertical, eksklusif akan membungkam kebebasan berekspresi bagi masyarakatnya. Untungnya Indonesia sudah masuk kepada sistem pemerintahan yang lebih demokratis, eksklusif berubah kepada inklusif dan bersifat Horizontal dan sosial.

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wagub Basuki Purnama (Ahok) merupakan simbol ke horizontalan sebuah pemerintahan, tutur Proff. Hermawan Kartajaya di Asean Blogger Festifal Solo 10 Mei 2013 di Solo.

    Sistem Pemerintahan yang berorientasi kepada masyarakat menjadi tontonan kebanggaan bagi bangsa Asean lainnya.

    Perlindungan HAM juga harus menjadi perhatian utama bagi Kesatuan Ekonomi Asean 2015 seiring dengan Akan adanya arus lalu lintas antar negara yang semakin ramai dalam Perdagangan Bebas berbasis Pasar Tunggal.

     

    Related Post: 

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Peringatan Pengawas Pers Internasional, Filipina Tempat BERBAHAYA Bagi Wartawan Rating: 5 Reviewed By: myamazingadventure.com
    Scroll to Top