728x90 AdSpace

  • Latest News

    Ragam Ciri Khas Kopi, Kesatuan ASEAN 2015 Mungkinkan Indonesia & Vietnam Partner dalam Persaingan Global

    Kopi Robusta Dairi di Pekarangan Rumah, Foto: Oleh Ria Citinjaks

    Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar di dunia ke- 3 setelah Brazil dan Vietnam. 

    Merupakan sebuah kebanggaan dari 3 besar negara produsen terbesar kopi tersebut, 2 diantaranya adalah negara yang memiliki letak geografis di kawasan Asia Tenggara dan bergabung dalam satu kesatuan yang disebut ASEAN.



    Asean Community 2015, adalah suatu kesepakatan bagi negara-negara Asean untuk bersatu membentuk sebuah komunitas yang berorientasi pada tiga pilar yaitu:

    1. Asean Political - Security Community (ASC)Masyarakat Keamanan Asean
    2. Asean Economic Community  (AEC)- Masyarakat Ekonomi Asean
    3. Asean Socio -Culture Economy

    Mari kita melihat salah satu pilar yang menjadi landasan kesatuan ekonomi Asean

    Asean Economic Community  (AEC)- Masyarakat Ekonomi Asean

    Tujuan masyarakat ekonomi Asean adalah Menciptakan kawasan ekonomi Asean yang stabil, sejahtera dan berdaya saing tinggi. Menjadikan kawasan Asean sebagai pasar tunggal berbasis produksi  dengan menjadikan keanekaragaman sebagai karakter kawasan yang memiliki peluang bisnis yang saling melengkapi.
    Perluasan dan pendalaman integrasi Asean ini juga harus dibarengi kerjasama teknik dan pembangunan dalam usaha mengatasi jurang pembangunan yang ada serta mempercepat integrasi ekonomi anggota baru.

    Melihat Pilar Asean Community dalam pembentukan masyarakat ekonomi Asean yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan negara-negara Asean tentulah menjadi suatu keuntungan bagi Negara Indonesia dan Negara Vietnam sebagai negara Produsen Kopi terbesar di dunia.

    Perdagangan bebas di kesatuan negara Asean akan memudahkan terjadinya aktifitas ekonomi antar negara yang lebih mudah namun semakin ketat.  Pasar Asean tentunya merupakan pasar yang luas untuk mengembangkan dan meningkatkan profit dari produksi kopi. Aktifitas ekspor dan impor akan semakin sering terjadi seiring dengan terciptanya kemudahan dalam aktifitas ekonomi negara Asean.

    Negara Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang besar serta Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah menjadikan Indonesia sebagai pasar yang luas untuk melakukan kegiatan usaha. Namun masyarakat Indonesia perlu menyadari bahwa, sekalipun nyaman dengan pasar dalam negeri, para pelaku usaha harus siap untuk memasuki pasar yang lebih luas lagi yaitu pasar Asean.

    Negara Indonesia dan Vietnam sebagai produsen kopi terbesar di dunia setelah Brazil merupakan investasi dan sebuah kontribusi besar bagi negara-negara Asean sebagai motor penggerak ekonomi dunia. 
    Namun, Komunitas Asean 2015 bukanlah sebuah persahabatan semata dan mindset ini justru akan menjadikan Komunitas Asean menjadi sebuah ancaman. Karena itu sangat penting setiap negara Asean harus berlomba-lomba bersaing satu sama lain untuk meningkatkan perekonomian masing-masing negara, sehingga dengan demikian ASEAN pun mampu mengimbangi kemajuan ekonomi negara-negara Uni Eropa.

    Menurut saya, selain sebagai partner dalam satu kesatuan Asean, Indonesia dan Asean juga terus maju justru bersaing satu sama lain dalam tujuan positif sehingga ekonomi masing-masing negara mengalami kemajuan.
    Jikau  kesatuan Asean ini hanya dianggap sebagai sebuah komunitas persahabatan, justru akan menjadi sebuah ancaman bagi suatu negara. Mengapa? akan ada perdagangan bebas, dimana kendali suatu negara mengatur barang yang masuk ke negaranya adalah sesuai dengan kesepakatan bersama yaitu Asean.
    Oleh karena itu "harus" tetap ada persaingan  dan diharapkan diharapkan Indonesia keluar sebagai pemimpin  pasar.

    Indonesia harus mampu bersaing dalam bisnis ekonomi, tak hanya di pasar sendiri sebagai Macan kandang tapi keluar sebagai Macan Asia yang sanggup memimpin pasar Internasional khususnya Asean.
    Sebelumnya rencana kesatuan komunitas Asean sudah memperoleh kesepakatan untuk dimulai pada tahun 2020, namun dilakukan perundingan kembali dan diperoleh kesepakatan baru bahwa kesatuan Asean dimulai tahun 2015. Siapa negara yang mengusulkannya?. Indonesia memberi gagasan kembali untuk percepatan ini, oleh karena itu ini adalah tantangan besar bagi bangsa Indonesia untuk keluar sebagai pemimpin pasar Asean.


    Indonesia memiliki lahan yang subur untuk perkebunan kopi berciri khas.

    Terlahir di daerah sumatera sebagai negeri pencinta kopi merupakan sebuah kebanggaan bagiku. Kopi sudah bagaikan minuman pokok di keluargaku. Aku menghabiskan waktu kecilku sampai remaja di kota kecil penghasil kopi.

    Daerah yang dingin di kota Dairi menjadi suasana yang tepat untuk menikmati secangkir kopi hangat. Tentu saja kata secangkir agaknya kurang pas bagi keluargaku yang sering meminum kopi lebih dari 3 kali sehari, yah, kopi asli tanpa campuran bahan kimia.

    Proses Pengolahan Kopi Robusta  Sidikalang (Cara tradisional masa kecilku)

    Kopi "Ateng" Arabika . Foto Oleh RiaCitinjaks
    Adapaun proses untuk mendapatkan kopi terbaik yang sering dilakukan di daerah saya adalah dengan cara:

    1. Memetik buah kopi yang telat matang (berwarna merah penuh)
    2. Memilih buah kopi yang terbaik (tidak busuk)
    3. Kemudian kopi digiling untuk memisahkan kulit luar dengan biji kopi
    4. Kopi di jemur dibawah sinar matahari
    5. Kemudian kopi dipilih  lagi untuk mendapatkan biji yang terbaik
    6. Kemudian kopi di sangrai 

    Namun kopi robusta Dairi,  mengalami pergeseran tingkat produksi dimana seiring dengan masuknya jenis kopi arabika. Namun untungnya jenis kopi ini pun tumbuh subur dan sangat menghasilkan. Orang Dairi menyebutnya Kopi Ateng, karena memiliki jenis yang jauh lebih pendek daripada robusta. Selain itu, daunnya yang sangat lebat dan buah yang lebih besar dan padat membuat kopi ini sangat diminati oleh petani.

    Masih ingat di masa itu (ketika berkebun kopi robusta), untuk proses mendapatkan kopi terbaik butuh waktu yang lama mulai dari penanaman , perawatan termasuk pemberian pupuk, sampai panen dan mendapatkan hasil akhir. Namun kala itu cukup sedih, ternyata ketika musim panen kopi tiba, justru harga kopi menurun dan tidak begitu memberikan keuntungan yang besar bagi para petani kopi.

    Andai saja kala itu para petani mengerti proses ekspor dan tidak terbatas pada pasar di daerah saja, maka tentu saja kopi akan mendatangkan rupiah yang tinggi.

    Kopi unggulan Indonesia memiliki cita rasa yang beragam terkait pada beragam jenis kopi dan faktor alam seperti struktur dan jenis tanah, tinggi tanah dari permukaan laut. 

    Indonesia memiliki beragam cita rasa kopi dari seluruh nusantara seperti kopi Indonesia jenis Arabika dari Sumatera  (Mandailing, Sidikalang, Lintong, Aceh (Gayo), Kopi Robusta dari Lampung, Kopi Bajawa Flores, Kopi Arabika Kintamani dari Bali, Kopi Toraja dari Sualwesi , Kopi Wamena dari Papua dan Kopi Luwak. Total Ekspor kopi Indonesia saja mencapai  1 Milliar dollar.

    Seiring dengan adanya Kesatuan Asean 2015, tentunya ini menjadi angin segar bagi para petani kopi Indonesia untuk berani keluar dari zona nyaman pasar daerah untuk bisa menguasai pasar domestik kemudian masuk ke pasar Asean. Kondisi perekonomian negara Asean sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Indonesia. Singapura saja akan mengalami penurunan tingkat ekonomi dan perdagangan ketika Indonesia mengalami krisis.

    Apabila petani daerah kopi berani melakukan usaha pemasaran yang lebih luas, katakan saja pasar domestik, sebenarnya sudah menguasai 40% pasar Asean. Namun, sangat penting sekali untuk memberikan pengertian , informasi pertanian, bisnis bagi petani-petani Indonesia yang hanya tau sebatas bertani dan menjual di daerah saja, padahal banyak opportunity yang bisa digunakan sebagai petani dari penghasil kopi. Mulai dari informasi cara bertanam, pemupukan , pengolahan dengan teknologi yang lebih canggih hingga sistem perdagangan yang menguntungkan.

    Bagaimana lagi dengan pasar Eropa dan Amerika yang begitu luas, adalah target pangsa pasar yang harus ditaklukkan. Indonesia sebagai negara Asean merupakan produsen Kopi terbesar ke-3 di dunia, tetapi bagaimana dengan petaninya? apakah mereka petani Kopi terkaya ke- 3 di dunia?

    Akan sangat menyedihkan bukan? jikalau Indonesia dikenal karena kekayaan Kopinya tetapi petaninya justru sangat miskin. Itulah betapa pentingnya kita mendukung para petani Indonesia dengan memberikan dukungan  informasi kepada para petani Indonesia untuk mampu bersaing di Asean bahkan dunia Internasional.  Hal ini bisa dilakukan dengan orang di sekitar kita, memberikan informasi yang baik kepada anak-anak petani, atau bahkan menyebarkan informasi yang baik melalui sosial media yang sudah menjamur di masyaratkat kota dan desa.

    Vietnam sebagai negara Asean penghasil kopi juga akan mempersiapkan diri untuk memasarkan produk kopinya ke seluruh negara Asean dan internasional dengan harga yang berdaya saing. Tentunya Indonesia jangan ketinggalan, tak hanya sampai proses penanaman sampai barang jadi saja yang perlu diperhatikan. Packaging juga perlu diperhatikan, sehingga kualitas yang bagus dengan packaging yang"save" akan menambah daya saing dalam "harga".

    Akan sangat mengenaskan jika produk kopi Indonesia sangat bagus sekali, tapi karena packaging yang kurang justru harus dinilai lebih rendah dibanding dengan kopi lain yang kualitasnya tak sebagus dari kopi Indonesia. Ketrampilan pihak asing dalam packaging justru membuat kopi mereka lebih dinilai mahal dari pada kopi Indonesia. Atau bisa saja, kopi Indonesia yang sudah di ekspor dikemas lagi begitu rupa di luar negeri, dan dinilai jauh lebih mahal dari pada harga yang dipatok oleh produsen kopi Indonesia.

    Indonesia ini tanah surga, namun seharusnya beriringan dengan kondisi penduduk Indonesia sebagai penduduk yang diberi anugerah tinggal di "tanah surga". Tingkat ekonomi harusnya justru lebih maju dan meningkat, karena itu penting sekali untuk membenahi dan membekali bangsa dengan memperhatikan sumber daya manusia yang potensial yang harusnya ahli menciptakan kekayaan.

    Vietnam menjadi negara penghasil kopi ke-2 di dunia juga menjadi sesuatu yang harus diketahui oleh masyarakat, bagaimana mereka bisa melakukan pemasaran kopi sampai ke dunia internasional. Untuk menjadi partner tentu sangat dimungkinkan, karena Indonesia sendiri memiliki puluhan jenis kopi yang berciri khas berbeda. Demikian juga Vietnam, pasti menawarkan berbagai ciri khas vatietas kopi yang berbeda. Maka Indonesia dan Vietnam bisa berkolaburasi dalam Integrasi yang baik menjadi partner memasarkan produk Kopi khas Asean kepada dunia global seperti Amerika maupun Uni-Eropa.

    Namun melemah atau menguatnya rupiah juga dipengaruhi oleh berbagai faktor baik politik, ekonomi dan sosial. Melemahnya rupiah juga berpengaruh terhadap harga kopi Indonesia yang terus berusaha bersaing maju terus menaikkan ekspornya disamping negara Vietnam yang terus memasok produksi kopinya ke pasar global.. Karena itulah, harga kopi juga dipengaruhi sektor produksi ekonomi lainnya. Semoga sektor lain juga mengalami pembaharuan dan terobosan besar dalam peningkatan ekspor produksi Indonesia.

    Menjadi Partner bersama Vietnam adalah keniscayaan dan sangat dimungkinkan sejalan dengan persaingan di dunia Global.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Ragam Ciri Khas Kopi, Kesatuan ASEAN 2015 Mungkinkan Indonesia & Vietnam Partner dalam Persaingan Global Rating: 5 Reviewed By: myamazingadventure.com
    Scroll to Top