728x90 AdSpace

  • Latest News

    Konektivitas Fisik,Infrastruktur & Informasi Teknologi Terintegrasi, Tingkatkan Kontribusi LAOS dalam ASEAN

    Konektivitas Pembangunan Jembatan Indonesia ( Surabaya-Madura) detik.com
    Kondisi Geografis Asean terdiri dari dua bagian

    1, Benua Asia daratan (Laos, Kamboja Vietnam, Thailand, Malasyia)
    2. Asean Kepulauan (Indonesia, Filliphina, Singapura)

    Sebelum menilai kontribusi apa yang tepat diberikan Laos terhadap Asean sebagai satu kesatuan dalam Komunitas Asean 2015, sebaiknya perlu mengenali terlebih dahulu Negara Laos. Dengan begitu akan terlihat investasi apa yang bisa diberikan kepada Asean dan Kontribusi apa yang bisa diambil sebagai opportunity dalam membangun negara Laos. 

    Mengenal Negara Republik Demokratik Rakyat Laos


    Negara ber-ibukota Viantiane ini memiliki luas wilayah sekitar 236.800km dengan jumlah penduduk berkisar 6.5juta dengan 50% masyarakatnya adalah penganut Budha, dan 50% lainnya adalah agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen,

    I. Potensi  Alam Laos

    1. Satu-satunya Negara Asia Tenggara yang Tidak Memiliki Laut
    Laos merupakan negara daratan yang terdapat di kawasan asia tenggara yang berbatasan dengan 2 negara Asean lainnya seperti Kamboja dan Myanmar. Negara yang 80% merupakan daratan (pegunungan dan hutan lebat) .20% lagi terdiri dari perairan di negara yang juga berbatasan dengan China ini. Negara yang didominasi perbukitan dan pegunungan hutan lebat menjadikan kayu sebagai komoditas unggulannya.

    2.Negara yang memiliki lembah sungai yang subur sehingga banyak menghasilkan tanaman pertanian dan perkebunan terutama padi, tembakau dan kopi.

    3. Negara yang kaya akan sumber-sumber tambang mineral seperti timah, tembaga, emas dan perak

    II. Memiliki Potensi Sosial Budaya yang Kaya

    1. Memiliki banyak suku bangsa yang melahirkan karya da seni budaya yang bernilai tinggi
    2. Dominan masyarakatnya bersifat tradisional

    III. Potensi Industri

    Kawasan daratan yang terdiri dari hutan lebat menjadikan hasil hutan menjadi bahan baku industri utama. Indsutri pemotongan dan pengolahan kayu merupakan jenis kegiatan industri Laos.Industri pengolahan bahan tambah (karena wilayah daratan yang luas) serta pengolahan bahan makanan juga ditemukan sangat aktif di negara ini.


    IV. Potensi Ekonomi dan Perdagangan
    Negara daratan yang memungkinkan hasil pertanian dan perkebunan menjadi ekspor utama negara ini seperti; beras, padi, jagung, kelapa, pisang, tembakau, kopi serta hasil kayu olahan, kerajinan dan hasil tambang berupa tembaga, biji besi, timah , belerang dan batubara.

    Pertanian merupakan faktor pedukung ekonomi pertama negara Laos. Sekitar 40% pendapatan negara berasal dari pertanian.

    Hasil hutan yang besar dan memiliki nilai komersial yang tinggi menjadikan hasil hutan menjad komoditas ekspor unggulan negara Laos.

    Potensi pertambangan yang belum bisa dimanfaatkan secara makimal merupakan nilai investasi yang bisa ditawarkan dari negara Lan Xang (Negeri Gajah) ini.

    V. Potensi Wisata
    Memiliki potensi wisata alam dan budaya, bahkan hutan alam yang luas yang bisa justru bisa dijadikan taman hutan terluas di Asia tenggara. 

    Terlepas dari segala kekayaan alam dan potensi yang dimiliki negara Seribu Gajah ini, terdapat berbagai kendala yang dihadapi.

    Kendala Yang dihadapi Laos

    1. Laos selain berjumlah penduduk sedikit, juga terbatas pada Sumber Daya Manusia yang handal
    2. Kondisi negara Laos yang tidak memiliki lautan menjadi kendala konektivitas jalur perdagangan ekspor dan impor
    3. Karena konektivitas yang kurang mempengaruhi aktiftas investasi dari negara luar atau negara Asean kurang gigih untuk melakukan investasi bisnis di Laos
    4. Karena kurangnya interaksi bisnis dan investasi, membuat pembangunan lebih berjalan "melambat" dibanding negara lainnya dengan melambatnya pembangunan berbagai infrastrukur
    5. Karena jalur perdagangan yang harus melalui negara Vietnam/Kamboja dan China, menyebabkan impor negara Laos bernilai jauh lebih mahal daripada nilai jual hasil produksi dari negara asal.


    Salah satu pilar dari terbentuknya Komunitas Asean 2015 adalah Kesatuan ekonomi Asean, dimana tujuannya adalah untuk mensejahterakan ekonomi masyarakat Asean. Perdagangan bebas yang berbasis pada pasar tunggal akan memungkinkan banyaknya aktifitas ekonomi dan perdagangan dari satu negara ke negara lainnya (Asean). Namun, konektivitas akan menjadi perhatian utama, dimana akan menjadi kendala bagi pelaku bisnis luar dalam melakukan aktifitas bisnisnya di Laos.

    Tentunya negara Asean tidak ingin salah satu negara anggotanya tertinggal jauh di era persaingan bebas ini.

    Jika saya menjadi negara Laos, solusi yang harus dilakukan menurut saya adalah terciptanya berbagai hubungan diplomatik dan kerjasama antar negara di berbagai sektor,seperti:

    1. Pendidikan
    Sumber daya manusia (SDM) yang terbatas di Laos, tentunya membutuhkan berbagai terobosan dalam bidang pendidikan, Hal ini  bisa dilakukan dengan pertukaran pelajar atau masuknya tenaga pendidik handal dari negara Asean ke Laos.

    Selain itu ada hal yang bisa dilakukan Laos, seperti:

    a. Laos bisa memberikan beasiswa kepada pelajar asing sehingga banyak yang mengenal Asean lebih dalam dan berkontribusi bagi pembangunan negara Laos

    b. Laos bisa mengadakan berbagai event seperti : Pertandingan Olah Raga sehingga masyarakat Laos dan Asean mengenal lebih jauh tentang negara Laos sebagai satu kesatuan Asean. Tercipta interaksi yang saling berkontribusi.

    c. Lokakarya atau seminar budaya dan pedidikan tentang Asean, negara-negara Asean saling bertukar perwakilannya untuk di-didik dan mengetahui informasi Asean. 

    d. Laos sendiri perlunya untuk mensosialisasikan tentang Asean dengan menggandeng pelajar atau mahasiswa. Dapat dilakukan ke sekolah-sekolah, sehingga masyarakat Laos ikut serta "Update" terhadap informasi dari opportunity kesatuan Negara Asean dan bagaimana memanfaatkan peluang emas tersebut.

    e. Memasukkan "Kesatuan Komunitas Asean "dalam kurikulum pelajaran sekolah, seperti halnya yang sudah dilakukan oleh negara perbatasannya yaitu Vietnam, dengan memasukkan pelajaran tentang Asean dalam program pendidikan sekolah

    f. Memberikan beasiswa kepada kaum pelajar untuk belajar bahasa ke negara Asean.

    2. Konektivitas Fisik dalam Pembangunan Infrastruktur

    1. Jalur Darat
    Untuk aktifitas perdagangan (ekspor dan impor) Laos harus melalui negara Kamboja, Vietnam dan Cina dan ini memakan cost yag sangat mahal. Karena itu perlunya diciptakan konektivitas fisik berupa: Jalur transportasi darat (Kereta Api - ini bukan sebuah kemustahilan). Jalur kereta api dapat dibangun untuk menghubungkan daerah - daerah yang belum tersambung. Pembangunan infrastruktur ini akan menarik minat Asing untuk melakukan sebuah investasi.


    Negara Indonesia saja sudah melakukan sebuah terobosan dalam membangun infrastruktur untuk terciptanya konektifitas melalui jalur darat seperti dibangunnya Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) dan saat ini sedang mempersiapkan jembatan  selat sunda yang menghubungkan pulau jawa dan sumatera.

    Bisa dibayangkan bukan,bagaimana jika ada kereta api dibangun dari Jawa ke Sumatera, tentunya konektivitas akan sangat mudah untuk menciptakan sebuah aktifitas seperti pemasokan hasil produksi, begitu tutur Pak Menteri Tifanul Sembiring.


    Jembatan-jembatan besar penghubung antar pulau di negara Indonesia, pada waktunya justru akn dmanfaatkan para investor asing atau pelaku usaha bisnis dari negara Asean lainnya. Sama halnya dengan konektivitas yang menghubungkan Singapura dan China yang justru sangat dirasakan manfaatnya oleh warga negara Asean lainnya seperti Indonesia dan Laos


    Saat ini, produk -produk industri makanan dari Indonesia ke negara Laos saja harus melalui negara Asean lainnya dan menyebabkan Cost yang tinggi. Andaikan Laos membangun konektivitas langsung ke negara-negara lainnya tentunya akan mengurani cost yang terjadi. 

    Atau hal ini juga bisa diatasi dengan menciptakan kerjasama dengan negara perbatasan jalur perdagangan seperti Vietnam dan Kamboja dalam hal biaya atau tarif, sehingga memudahkan negara-negara Asean lainnya untuk melakukan ekspor maupun impor dari dan keluar Laos. Tentunya Asean bisa menciptakan kesepakatan juga dalam hal membantu membangun Laos sebagai satu kesatuan Asean dalam hal konektivitas atau pengenaan cost yang dipermudah.


    2. Jalur Perairan 
    Walau 20% negara laos terdiri dari perairan, hal ini bisa dimanfaatkan untuk menciptakan transportasi  perairan untuk lalu lintas barang merupakan sesuatu yang memungkinkan. 
    Sungai melalui Mekong, akan menciptakan konektifitas antara negara Asean seperti Laos, Myanmar, Kamboja, Vietnam dan China.

    3. Menambah Konektivitas melalui jalur Udara (Penerbangan)
    Negara-negara Asean bisa meningkatkan kerjasama di jalur penerbangan dan pariwisata Pertukaran lalul lintas udara antar negara Asean sangat mungkin untuk dilakukan termasuk terhadap negara Laos. Sebaliknya, Maskapai udara Laos di negara Asean lainnya diperbanyak dengan biaya yang relatif tidak terlau mahal, hal ini juga akan mendukung sektor pariwisata dimana banyaknya turis yang masuk ke Laos.

    Semakin baiknya konektivitas antar negara Asean akan semakin meningkatkan lalu lintas wisatawan. Laos yang sepakat untuk menerapkan visa bebas masuk ke negaranya akan semakin memudahkan para wisatawan berkunjung ke negaranya jika didukung konektivitas yang baik.

    3. Kerjasama di bidang Jasa
    Negara Asean dapat membangun Laos dengan masuknya masyarakat Asean untuk bisa bekerja di sektor jasa, contohnya dalam hal jasa pariwisata dan perhotelan

    4. Kerjasama di bidang Research dan Deveopment
    Negara Asean sebagai negara penghasil produksi pangan yang terbesar perlu melakukan kerjasama bagaimana untuk menciptakan ketahanan pangan d wilayah Asean. Laos adalah negara Agraria yang berkontribusi besar pada produksi pangan di Negara Asean.

    5. Kerjasama Dalam Pelatihan Penanggulanan Bencana Alam
    Laos dan negara Asean lainnya memiliki kondisi geografis yang sebenarnya rawan pada terjdinya bencana alam, oleh karena itu perlunya untuk menciptakan kerjasama

    6. Konektivitas dalam Institusional
    Adanya liberalisasi dan fasilitas perdagangan, investasi dan jasa


    Gagasan untuk penyatuan negara Asean ini bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, dimana Asean yang kaya akan budaya dan bahasa menjadikan kesatuan komunitas ini juga menjad Kesatuan Multi Bahasa. Konektivitas di bidang teknologi dan informasi juga sangat penting. Kondsi geografis negara Asia Tenggara termasuk Laos yag didominasi oleh pegunungan akan terdapat kesenjangan dalam informasi teknologi khususnya mereka penduduk yang terdapat di pedalaman dan pelosok. Tak hanya Laos, negara Indonesia saja masih memiliki penduduk miskin dan terpencil yang belum terkoneksi dengan dunia teknologi.

    Peran swasta juga merupakan sesuatu yang krusial dalam pembentukan Kesatuan ekonomi Asean sebagai salah satu pilar Asean Community 2015. Ekonomi Asean walaupun bersifat persaudaraan dan persahabatan tetapi juga bersifat dinamis, terbuka dan kompetitif. Oeh karena itu swasta perlu untuk berperan aktif dalam aktifitas bisnis yang walaupun berorientasi pada kentungan, justru akan memajukan tingkat perekonomian masyarakat Asean.

    Negara Laos yang walaupun masih terpencil di antara negara Asean lainnya sebenarnya memberikan kontribusi yang besar bagi negara Asean, yang walaupun memang tingkat kontribusi itu masih lebih dominan dirasakan manfaatnya oleh negara perbatasan seperti Vietnam dan Thailand.

    Vietnam sebagai negara Asean memiliki hubungan perdagangan yang erat. Vietnam sendiri memiliki sekitar 400-an proyek investasi di Laos dengan total modal USD 5.2 Milliar dengan omset perdagangan Laos dan Kamboja sekitar USD 1 Milliar dan kedepannya akan mengalami peningkatan.

    Perdagangan Ekspor Laos berupa  hasil tambang seperti emas, tembaga, selain itu juga kayu dan produk kayu, rotan, garmen, kopi dan produk pertanian lainnya dimana pasar ekpornya adalah Thailand, Vietnam, Vhina, Swiss, Jerman dan Inggris. Sedangkan untuk perdagangan impornya berupa bahan bakar, bahan makanan, mesin dan peralatan, kendaraan ,dan suku cadang dari negara Thailand, Vietnam, China , Korea Selatan, China dan Belgia.

    Tampaknya untuk negara Asean lainnya selain Vietnam dan Thailand, memang Laos kurang berinteraksi dan berkontribusi aktif dalam perdagangan bisnis, yang pastinya dipengaruhi oleh lemahnya konektivitas.

    Namun, Laos dengan keterbatasan konektivitas juga bisa berkontribusi besar bagi seluruh negara Asean, demikian juga Asean sebagai Induk Organisasi juga memperhatikn Laos dengan tak sungkan untuk melakukan investasi di negara yang memiliki konektivitas yang masih lemah itu. Hanya saja aktifitas itu terkoneksi tidak secara langsung, namun melalui negara-negara Asean lainnya.

    Bersama saling membangun , pasti bisa sebagai keluarga Asean One Vision, One Identity and One Community.


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Konektivitas Fisik,Infrastruktur & Informasi Teknologi Terintegrasi, Tingkatkan Kontribusi LAOS dalam ASEAN Rating: 5 Reviewed By: myamazingadventure.com
    Scroll to Top