728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kesatuan Asean 2015, Peluang Jadikan Pelaku Usaha Indonesia Memiliki Usaha ber-Sertifikasi Internasional

    Kesatuan Asean 2015 yang memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat negara-negara Asean tentu sangat terkait dengan Kesatuan Ekonomi Asean (KEA).

    Sektor Ekonomi, tentu menjadi salah satu aspek yang akan mempengaruhi dan dipengaruhi dengan adanya KEA ini. Kemajuan ekonomi tentu didongkrak dengan berbagai kegiatan usaha baik sektor industri maupun jasa, entah itu dilakukan oleh pengusaha yang sudah lama "established" ataupun para "pengusaha pemula"

    Negara Indonesia merupakan negara Asean yang sangat agresif terhadap penyatuan negara bergeografis di Asia Tenggara ini.Rencana KEA pada tahun 2020 dipercepat menjadi tahun 2015, merupakan keinginan dari bangsa Indonesia. Why?

    Pemerintah kita percaya, bahwa Indonesia yang memiliki banyak keunggulan dari negara Asean lainnya sanggup bersaing di tengah pasar ASEAN. Tak hanya unggul dalam jumlah penduduk, kekayaan Sumber Daya Alam yang terkenal, Indonesia juga memiliki banyak Sumber Daya Manusia yang unggul yang diharapkan tak hanya meningkatkan ekonomi Indonesia tapi menjadi terunggul diantara negara-negara Asean. 

    Perlu diketahui seluruh masyarakat luas bahwa penyatuan negara Asean "jangan didefenisikan pada persahabatan" semata, karena pengetahuan yang hanya pada sebatas itu justru akan menjadi "ancaman" terhadap ekonomi Indonesia.

    Sekalipun bertujuan untuk meningkatkan perekonomian negara-negara Asean, tetapi kita harus menyadari bahwasanya tetap akan ada persaingan positif dalam KEA 2015 ini. KEA 2015, era dimana akan terjadi perdagangan bebas yang tetap memiliki aturan. Namun akan terdapat banyak kemudahan baik dalam persyaratan maupun tarif, karena itulah justru persaingan akan semakin ketat bagi kalangan pengusaha.

    Negara-negara Asean sangat bergantung pada keadaan perekonomian Indonesia.Jika Indonesia mengalami krisis dan mengalami penuruan tingkat ekonomi, negara Singapura akan sangat merasakan dampak ini dan terpengaruh pada penuruan tingkat ekonomi juga. Singapura sebagai negara yang mengandalkan Jalur transportasi atau trading serta hidup dari aktifitas ekspor dan impor akan sangat bergantung terhadap kondisi perekonomian Indonesia. 

    Negara Indonesia merupakan "tambang emas" atau "Markas Market" yang akan diincara oleh negara-negara Asean dalam menggali keuntungan baik dalam bentuk industri maupun jasa.

    Bagaimana jika KEA 2015 nanti kita akan menemukan banyak kegiatan usaha dari Negara Luar (ASEAN) yang bertebaran di Indonesia dengan menawarkan Sebuah Pelayanan Berstandarisasi dan Bersertifikat Internasional? Sebut saja Kegiatan Usaha Jasa seperti Shalon.

    Hal tersebut bukan sebuah kemustahilan terjadi, tetapi justru ini merupakan dorongan besar bagi pelaku usaha jasa (shalon) Indonesia. 

    Hal positifnya adalah: 
    1. Masyarakat dan pelaku usaha mengetahui secara "real" kualitas dari sebuah usaha jasa bersertifikasi Internasional 
    2. Mengacu pada kualitas, masyarakat Indonesia memiliki "comparable" terhadap kualitas usaha mereka yang belum bersertifikasi internasional 
    3. Perusahaan jasa tentunya mengedepankan kualitas pada pelayanannya, kualitas tentulah bukan sesuatu hal yang bisa diperdebatkan, jika dilihat dari segi konsumen , apabila kualitas jasa bagus masyarakat Indonesia tak akan perduli jika usaha itu sudah bersertifikasi internasional ataupun tidak 
    4. Selain mendongkrak kualitas yang bagus bagi pengusaha jasa shalon Indonesia, tentu mendorong pelaku usaha untuk mendstandarisasikan kegiatan usahanya tak hanya nasional maupun internasional 
    5. Memberi pengertian baru (pengetahuan dan pendidikan) bagi pelaku usaha pemula bagaimana standarisasi internasional sebuah kegiatan usaha 

    Pasar yang semakin ketat akan menuntut pelaku usaha untuk menjadikan kegiatan usahanya memiliki standar minimum manajemen mutu perusahaan atau yang biasa disebut standar ISO 9001 (International Standart Organization) . 

    Bagi pelanggan atau konsumen tentu standart ini memberikan kenyamanan tersendiri terhadap output produk dan jasa yang lebih baik bagi pelanggan. Justru dengan adanya kegiatan usaha bersertifikasi akan memberikan dampak yang sangat positif bagi pelaku usaha, tak hanya peningkatan kualitas produk atapun jasa tetapi juga berani menetapkan nilai "harga" berdaya saing tinggi.

    Pengertian dari sertifikasi ISO  9001: 2008 adalah sebuah pengakuan terhadap kegiatan usaha dimana mutu perusahaan mendapatkan penilaian dan persyaratan yang sesuai dengan standar ISO 9001:2008 yang telah dipilih sebagai bukti bahwa perusahaan memiliki perencanaan dalam penerapan suatu sistem yang berkualitas sesuai dengan produk dan jasa dalam proses aktifitas perusahaan.

    Indonesia memiliki banyak kegiatan usaha jasa standart Internasional tetapi belum  bersertifikasi. Tentunya dengan hadirkan kegiatan usaha para pelaku dari negara -negara Asean akan menjadi tantangan bagi pelaku usaha Indonesia untuk menstadarisasikan kegiatan usahanya.

    "Kepercayaan diri" pada kualitas sebuah usaha harusnya tak hanya memberikan kenyamanan beraktifitas di Indonesia yang walaupun merupakan "Markas Pasar" negara Asean. Tetapi mindset pelaku usaha Indonesia juga harus berubah, bahwasanya Pasar ASEAN justru lebih luas lagi. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk "Go Internasional".

    Jadi KEA merupakan kesempatan emas bagi pelaku usaha Indonesia, dengan adanya sertifikasi internasional sepert ISO 9001:2008 justru akan semakin meningkatkan penjualan baik domestik maupun asing. 



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Kesatuan Asean 2015, Peluang Jadikan Pelaku Usaha Indonesia Memiliki Usaha ber-Sertifikasi Internasional Rating: 5 Reviewed By: myamazingadventure.com
    Scroll to Top