728x90 AdSpace

  • Latest News

    ASEAN In Our Hand With One Vision One Identity One Community


    Asean Community . antaranews picture
     Pemerintah begitu giat mensosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat tentang Penyatuan Negara Asean pada tahun 2015 nanti. Komunitas Asean Blogger menjadi pilihan tepat ketika pemerintah membutuhkan masyarakat sebagai partner yang tepat mensosialisasikan kepada masyarakat tentang Kesatuan Komunitas Asean 2015

    Dalam Asean Community Pemerintah Berorientasi Kepada Masyarakat. Why People?

    Sebuah negara memiliki Goverment yang memiliki otoritas untuk mengatur sebuah negara termasuk meng-create berbagai rule yang mengikat masyarakat. Tentunya bukan langkah yang sulit bagi antar pemerintah negara-negara Asean untuk menyatukan kawasan ini. Jika memang Kolaburasi Negara Asean sanggup menciptakan kesejahteraan diberbagai aspek baik ekonomi, sosial, politik, kesehatan, dan lain-lain, maka  bukan sesuatu yang sulit untuk menyatukan sebuah Visi.

    Sebuah negara juga memiliki banyak Brand yang beredar sebagai penyokong kemajuan ekonomi bangsa. Sejumlah Brand atau Perusahaan tersebut sudah siap dalam berbagai macam strategi dan taktik untuk siap dalam perdagangan bebas tahun 2015.

    Memasuki Pasar Bebas merupakan Era menantang dalam persaingan bisnis, tetapi pastinya bukan persaingan bisnis yang akan mendominasi perdagangan ekonomi negara tertentu, tetapi diharapkan mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi bersama-sama.

    Berbagai perusahaan sudah mempersiapkan diri memasuki era pasar bebas dimana pada tahun 2015 berbagai syarat-syarat masuknya produk asing ke sebuah negara akan semakin dimudahkan termasuk dalam hal biaya atau tarif.

    Karena itu hasil produksi asing akan sangat dimungkinkan untuk beredar leluasa di negara Indonesia, demikian juga sebaliknya, produk karya negeri akan mudah untuk di temui di negara asing .

    Akan Tetapi, sebuah pemerintah tak akan terbentuk tanpa sekumpulan orang-orang yang disebut masyarakat, sebuah perusahaan tak akan berdiri tanpa sebuah market. Karena itulah penyatuan negara negara kawan Asia Tenggara ini tak menjadikan G2G (Goverment to Goverment) atau B2B (Brand to Brand) menjadi orientasi utama. Tetapi kerjasama, persetujuan dan kesepakatan masyarakat (People to People) adalah menjadi hal yang terpenting.

    Setiap Pemerintahan di masing-masing negara Asean memang sudah mendeklarasikan Penyatuan Negara Asean , tetapi itu hanyalah merupakan aksi dari sebuah program kerja pemerintah dan hal itu bersifat vertikal yang terbatas pada anggaran. 

    Can You Imagine? Pemerintah dan Perusahaan sudah mencapai kesepakatan dalam penyatuan negara Asean, but what happend if Pople disagree about that?

    Ada 600 juta bisnis yang memerlukan pasar (masyarakat), jika masyarakat tidak ikut bekerjasama perusahaan tidak bisa berbuat apa-apa. Itulah sebabnya dikatakan jika people tidak ada dan tidak terjalin sebuah integrasi yang baik,  maka B2B akan gagal total. 

    Jadi hal terpenting untuk penyatuan Asean adalah P2P (People to People) karena jika setiap elemen masyarakat antar negara setuju dalam penyatuan negara Asean ini, maka P2P dan B2B akan berjalan.

    Yes, Oke kunci dari penyatuan negara ini adalah adanya integrasi yang terjalin di antara masyarakat, but apakah mereka mengerti untuk apa penyatuan negara Asean dan siapa Asean dan apa sih maunya Asean. Berbagai masyarakat kecil di negeri yang kaya susu dan madu ini masih memiliki  masyarakat yang makan 3 kali sehari sudah merupakan sebuah kebanggaan. Kalau begitu apa yang akan terjadi ketika perusahaan asing bahkan warga asing akan bebas ditemukan di negara Indoesia? Sementara banyak penduduk kita masih enguras keringat berusaha mendapatkan pekerjaan di negeri yang luas ini.

    Penyatuan ASEAN Sesuatu yang menakutkan?

    Sangat Menakutkan..!!! 
    Itulah kesan pertama sekali yang penulis sendiri dengarkan pada saat duduk dibangku sekolah yang bersekolah di sekolah negeri yang jauh dari ibukota. Sesuatu yang menakutkan karena pengertian yang saya dapat saat itu bahwa 2015 adalah perdagangan bebas dimana orang asing akan mulai masuk dan bebas melakukan perdagangan di Indonesia dan hukum rimba akan dimulai.

    Bagaimana dengan para petani dan penduduk miskin? apakah tidak punya tempat lagi di Indonesia, ketika kelak negara ini akan diduduki oleh orang-orang yang hanya memiliki jenis warna kulit yang mirip namun negara yang berbeda. Masyarakat menjadi rajin bekerja karena bukan sebuah pengertian opportunity tetapi karena sesuatu yang menakutkan. Memang adalah hal positif ketika sesuatu yang menakutkan diatasi dengan sebuah keberanian, tapi sayangnya tanpa sebuah pengertian yang benar, ketakutan akan terus membayangi dan keberanian akan semakin luntur diikuti stress dan depresi.

    Lagi-lagi pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan.

    Asean Community Bukan Sesuatu Yang Menakutkan Tetapi Sebuah Tambang Emas

    Sosialisasi dan pengertian yang benar tentang Asean Community 2015 adalah langkah yang harus direalisasikan kepada masyarakat sebagai pasukan inti agar terwujudnya Kesatuan Asean dimana setiap negara memiliki target kemakmuran yang berbeda-beda.

    Penyatuan Asean 2015 memiliki target, dimana januari 2015 adalah langkah awal dengan target besar yang memungkinakan. 

    Indonesia memiliki target besar pada tahun 2030 dimulai dari penyatuan Asean 2015 nanti. Begitulah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan elemen masyarakat. Jadi 2015 adalah langkah awal, dan kita bersama berjuang 15 tahun ke depan justru untuk mencapai target besar di 2030 nanti.

    Pemerintah yang diwakili oleh I Gusti Agung Werja Pusaka dalam Asean Blogger Festival Solo, menyampaikan target Asean  2030, yaitu:

    1. Aspirational Goal yaitu Doubling GDP

    Terjadinya pelipatgandaan produk domestik bruto atau GDP rata-rata negara ASEAN pada tahun 20130

    2. Halving Property

    Pengurangan kemiskinan, pemerintah mengharapkan tahun 2015-2030 terjadi pengurangan angka kemiskinan. Karena itulah masyarakat diharapkan untuk terus maju dan mengasah diri lebih dalam agar tercipta kesatuan makna mencapai target ASEAN 2030.

    Bapak Hermawan Kartajaya pakar marketing dan Dubes Haz Pohan dalam Asean Blogger Festifal Solo 2013 menyampaikan kepada masyarakat ada 3 pilar Asean yang harus diperhatikan.

    1. Asean Political Security Community
    2. Asean Economic  Comunity
    3. Socio Culture Community

    Inilah menjadi pilar penting dalam pembentukan Asean Community 2015

    Dengan begitu sudah tampak blue print nya AEC itu sendiri, bukanlah sebuah hal yang menakutkan tetapi sebuah opportunity yang harus diambil oleh masyarakat Indonesia. Seluruh peraturan AEC tentu terhubung dengan peraturan hukum dan nasional, tak ada yang perlu dikhawatirkan, justru masyarakat harus belomba-lomba mengambil peluang bahkan mencitpakan sebuah peluang ekonomi.

    Menurut Badan Pusat Statistik (BPS)

    Pada Maret 2013, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28.07 juta orang, menurun dibandingkan pada september 2012 yang mencapai 28.59 orang. Penurunan tingkat inflasi umum yang relatif rendah dan harga yang stabil menjadi faktor pendukung. Secara nasional harga kebutuhan pokok seperti beras masuk pada level harga yang stabil yang juga dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu.

    Bisa kita lihat bahwa nilai komoditas makanan lah yang sangat mempengaruhi garis kemiskinan baik di daerah kota maupun desa ( beras, bawang merah, gula pasir, tempe, telur, mie instant, dll).

    Tapi masyarakat perlu tau "Siapa Asean itu dan mengapa menjadi sebuah keberuntungan bagiku?" Dan Bagaimana ASEAN bisa kita genggam di tangan kita, tanpa kita mengetahui siapa Asean dan Siapa kita bagi ASEAN.

    Di Asean Blogger Festival Solo 2013 yang lalu  Ibu Fransiska dan Thomas Bill (US Mission for Asean)  memaparkan tentang siapa Asean sebenarnya apa Visi dan Misinya. 

    Mari kita lihat siapa Asean dan bagaimana berdirinya.

    Latar Belakang Pendirian ASEAN

    1. Negara Asean merupakan kawasan yang mengalami penjajahan dari kolonial barat, hal ini menyebabkan negara di kawasan ini bertekad bersatu memperjuangkan kepentingan bersama secara global baik ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan dan lain-lain.

    Ini tentu saja bukan sesuatu yang muluk-muluk, kita ketahui bersama bahwa Indonesia selama berabad-abad di jajah pemerintahan kolonial Belanda selama 350tahun.

    2. Adanya  sikap China yang bermaksud ingin menguasai Negara Asia Tenggara, hal ini terlihat dari perang Vietnam di China

    3. Selain itu, posisi geografis negara-negara Asean terletak di kawasan Asia Tenggara

    Dan Negara Asean pun terbentuk dan sampai saat ini terbentuklah 10 Negara Asean yaitu
    1.Thailand
    2.Indonesia
    3.Singapura
    4.Malaysia
    5. Filipina
    6.Brunei Darussalam
    7. Vietnam
    8.Laod
    9.Myanmar
    10 Kamboja

    Melalui pemerintah dan Komunitas Asean Blogger, kami sudaha bertemu dan berinteraksi sangat positif dengan blogger negara-negara ASEAN di Asean Blogger Festival Solo 2013. 

    Terlihat hubungan terjalin begitu akrab walau memiliki latar budaya yang berbeda dengan warna masing-masing baik dari blogger dari berbagai penjuru Indonesia dan 10 negara ASEAN. Kami bisa melihat bahwa negara-negara Asean pun sudah terus membenahi diri untuk kesatuan negara Asean ini.

    Pembentukan Asean ini juga memiliki prinsip yaitu:

    Adanya rasa saling menghormati kemerdekaanm kedaulatan, kesamaan, integrasi wilayah nasional & identitas nasional setiap negara, tidak mencampuri urusan negara masing-masing, pertikaian diselesaikan secara damai, tidaka da ancaman, bekerjasama dengan efektif.

    Jika masyarakat menyadari tujuan dari Negara Asean ini, maka Kesatuan Asean bukanlah sebuah hal yang menakutkan.

    Tujuan negara Asean

    1.Mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya di kawasan Asean
    2.Meningkatkan pendamaian dan stabilitas regional dengan menghormati keadilan dan tertib hukum
    3.meningkatkan kerjasama aktif secara global baik dalam ekonomi, sosial, budaya, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi
    4.Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana pelatihan dan pendidikan
    5.Meningkatkan penggunaan pertanian, industri, perdagangan, jasa dan meningkatkan taraf hidup
    6. Menjalin kerjasama yang erat dan bermanfaat dengan organisasi internasional dan regional.

    So, Asean bukanlah satu hal yang menakutkan, tetapi meruapakan sebuah kesempatan emas bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Tetapi tentunya keberhasilan dan kesuksesan diraih bukan dengan cara yang instan, namun karena adanya kemauan untuk belajar,  mengasah skill untuk bisa berkarya dengan disiplin dalam perdagangan bebas ini.

    Namun, di kawasan kaya ini dengan geografis yang menguntungkan, bagaimana Asean ini menjadi milik kita seutuhnya, bagaimana tinggal di negeri sendiri sebagai tuan rumah. Tuan rumah pasti bisa menikmati apa isi rumahnya, tetapi alangkah menyedihkan ketika di negeri sendiripun kita tidak bisa menikmati hasil kekayaan alam sendiri, hanya karena kurangnya pengetahuan..

    Masyarakat menjadi miskin bukan karena tak punya uang, tetapi Kehancuran sebuah negara diawali dari kurangnya pendidikan. 

    Karena itu apa peran kita sebagai masyarakat untuk mengkampanyekan pentingnya menjadikan kesatuan Asean ini sebagai suatu opportunity?

    Jika anda berprofesi sebagai tenaga pendidik tentunya adalah menjadi ladang emas untuk menginvestasikan pendidikan bagi anak-anak didik, sehingga siap menjadi elemen masyarakat yang siap memimpin pasar kelak dan memakmurkan bangsa.

    Namun bagaimana jika anda hanyalah seorang karyawan biasa yang tinggal di kota besar dengan jam kerja dari 08.00pagi - 17.00, berangkat dini hari, pulang larut malam. Apa yang bisa dilakukan untuk mensosialisasikan keuntungan AEC ini kepada masyarakat sekitar atau bahkan di desa?

    Lakukan Hal Kecil Yang Bisa Kamu Lakukan, Bicarakan Asean Sebisa Mungkin Kemana Pun Kita Melangkah

    Tak hanya dalam sosial media seperti facebook, twitter dan instagram kita bisa bicarakan Asean, kita juga bisa bicarakan sebisa mungkin kemanapun kita melangkah.

    1. Pengalaman Wisata di Pulau Tidung  (9-10 Agustus 2013)
    Lebaran moment yang tepat untuk liburan bersama keluarga. Liburan saat itu dipimpin oleh tour guide bernama Mas Uli. Disela-sela cuaca yang panas terik, kami memutuskan untuk beristirahat. Pulau tidung cukup mewakili untuk saya berkata "betapa Indonesia ini begitu indah". Jika anda pernah berwisata ke kepuauan seribu, anda akan menemukan disana terdapat pemukiman penduduk yang dijadikan "Home Stay". 

    Sering membicarakan tentang Asean Community dalam keseharian, membuat saya berpikir, harusnya masyarakat disini hidup di atas standart rata-rata. Tinggal di daerah wisata yang kaya akan alam tentunya harus diiringi dengan pertumbuhan ekonomi penduduk setempat.

    Sambil berteduh di tengah cuaca terik saya bertanya kepada sang tour guide:

    Saya : Mas Uli, jika tidak keberatan, boleh saya mengetahui berapa pendapatan yang mas peroleh menjadi tour guide kami selama dua hari dua malam di pulau ini?

    Uli   : Penghasilan saya seratus lima puluh ribu bu

    Saya: Cukup gak mas? (saya melihat kondisinya yang kurus sekali)
    Uli   : Yah, lumayan bu.
    Saya : Mas Uli tau tidak saya membayar biaya travel saya berapa?
    Uli    :  Saya tidak tau menahu mba, saya hanya disuruh menemani wisatawan saja. 
    Saya : Oh, mas uli langsung dari travel nya yah?
    Uli    : Bukan mba, disini saya punya atasan yang membawahi 5 tour guide teman-teman saya, dan atasan kami itu dibayar oleh travel yang mba pilih
    Saya  : Saya membayar biaya perjalanan ini sebesar 1.8 juta loh.
    Uli    : Besar ya mba
    Saya : Boleh gak saya membantu kamu?
    Uli    : Hah..! (Ekspresinya kaget), caranya bagaimana?
    Saya : Bagaimana kalau saya bawa teman-teman saya berwisata kesini tapi saya minta kamu usahakan semua paket perjalanan seperti jalan-jalan, snorkling, penginapan, makanan dan lain-lain.
    Uli    : Oh saya bisa usahakan mba
    Saya : Kamu yakin? coba kamu belajar cek harga sewa kapal laut berapa, keperluan snorkling , penginapan, dan lain-lain kemudian berikan kepada saya..
    Uli   : Saya bisa bantu cari mba (tanyanya polos )
    Saya : Kalau disini semua kamu yang usahakan, boleh dong saya bayar kamu dua kali lipat dari pada saya harus bayar travel.

    Kamu jangan hanya menunggu travel memberikan wisatawan kepada kamu, ayo manfaatkan kesempatan yang ada. Pakai peluang yang ada di daerah kamu, kamu punya handphone, kamu boleh menjalin komunikasi. Kamu tau sosial media seperti Facebook, kamu boleh pake itu untuk promosikan jasa kamu. Jangan hanya mengandalkan wisatawan dari Travel.

    Bukan bermaksud mematikan bisnis travel, karena saya sendiri orang travel, tetapi adalah sangat penting untuk kamu mengerti apa sih yang dimaksud dengan peluang. Ketika kamu melakukan hal ini, bisnis travel tidak akan mati, mereka bisa menciptakan banyak inovasi, jadi sama-sama maju.

     Keesokan harinya mengantar pulang sampai ke kapal, saya sempat membicarakan ini kembali.

    "Mas Uli, apakah kamu bisa mendapatkan berapa biaya yang harus dilakukan untuk mendapatkan paket wisata disini? saya akan bantu kamu untuk menentukan berapa keuntungan yang harus kamu peroleh."

    "Saya usahakan mba," jawabnya

    "Jangan katakan saya usahakan, katakan kalau kamu bisa" (tanyaku begitu berani, karena melihat antusiasnya belajar bisnis)

    "Iya mba..!" , Bisa saya bisa, jawabnya tersenyum lepas.


    Saya memang tidak mengemukakan Asean Community ini begini loh, begitu loh, akan banyak orang asing yang akan berkunjung ke Indonesia loh.

    Saya memilih tidak menceritakan hal itu karena toh, tempat dia tinggal adalah tempat yang sering dikunjungi wisatawan domestik dan luar negeri, jadi bukan sesuatu yang baru jika dikatakan akan banyak orang asing ke Indonesia.

    Tapi saya memilih membagikan hal-hal yang menjadi pengetahuan bagi dia, sehingga ketika saya kembali ke Jakarta, saya meninggalkan sebuah tantangan dan pengetahuan baru bagi si tour guide yang masih muda, bertubuh kecil, dan kurus tersebut.

    Kedua adik saya yang bersama saya dalam perjalanan tersebutpun mendapat pelajaran  baru, saya jelaskan kepada mereka, dari sekarang kita harus lebih mempersiapkan diri, mengasah skill kita untuk siap hadapi Asean Community bukan karena kita takut, tapi karena nanti akan terdapat banyak peluang emas yang harus kita panen. 

    Bagaimanapun kesusksesan diperoleh hanya dalam sebuah kerja keras, jadi enggak ada waktu bermalas-malasan atau menunda-nunda berkarya, karena setiap kita memiliki potensi yang harus diimpartasikan dalam sebuah karya.
    Tour Guide Yang Haus Pengetahuan

    2. Di Kantor Imigrasi (16, 20 Agustus 2013)


    Kantor imigrasi tempat dimana kita menemukan ratusan orang akan mengantri untuk mengurus kelengkapan-kelengkapan dokumen untuk melakukan perjalanan antar negara. Entah itu membuat Paspor baru, atau memperpanjang paspor, orang-orang disana adalah mereka yang sering dan akan sering melakukan perjalanan bisnis maupun wisata.

    Antri yang panjang, membuat masyarakat mati gaya dalam tubuh yang mulai pegal. Tapi di momen itu, adalah saat yang tepat untuk saya melakukan sebuah riset sederhana.
    Ada 3 wanita duduk disebelah saya dalam diam menatap nomor antrian yang masih panjang. Kemudian saya bertanya:

    Saya : Mba, mau registrasi yah..?
    X      : Bukan mba, saya sedang antri foto, tadi sudah antri dan melakukan pembayaran di loket, kalau mba?
    Saya : Ini baru paspor pertama yah? 
    X      : Saya iya, tapi teman saya cuma menemani
    Saya : Mba kuliah?
    X     : Saya sudah bekerja
    Y     : Saya yang masih kuliah mba
    Saya : Oh ya, pasti mau keluar negeri dong, mau kemana nih?
    X     : Iya, tapi belum tau mau kemana nih, persiapan saja sambil menunggu tiket promo. Kalau mba buat paspor mau kemana?
    Saya  : Sebenarnya saya buat paspor fungsinya pasti untuk keluar negeri, tetapi ini saya lakukan untuk persiapan Asean Community 2015 nanti, udah pada tau kan yah?
    X       : Loh, enggak tau
    Saya  : Masa sih belum pernah dengar?
    X       : Belum tau mba,
    Y       : Saya juga belum pernah dengar mba, apaan yah? mba wartawan yah?
    Saya  : Hahah, saya juga dulu enggak ngerti Asean Community 2015 gimana sih, mending kerjain kerjaan sendiri aja udah cukup, enggak usah mikirin yang pusing-pusing. Tapi saya pernah diundang ke Asean Blogger Festifal Solo 2013 oleh Asean Blogger..disana..... (dia memotong)

    X      : Website nya ada mba?sambil mba cerita yah

    Saya : (Mulai diperhatikan banyak orang saya memutar posisi duduk sehingga suara saya terdengar dari beberapa arah). 

    Hayooo..main facebook tapi enggak tau berita seru nih....tanyaku sambil tertawa. Nanti tahun 2015 negara-negara se Asia Tenggara yang masuk dalam komunitas ASEAN akan bersatu untuk sama-sama memajukan negara-negara Asean. Bisa dalam hala ekonomi nih, lewat perdagangan bebas yang lebih mudah, jadi jangan heran kalau besok-besok kalian ketemu banyak orang asing melakukan kegiatan bisnis di Indonesia loh atau bahkan mencari pekerjaan. Gak cuma itu, dalam hal kesehatan, sosial, budaya akan terjadi kerjasama tetapi untuk sama-sama memajukan negara Asean.

    Karena itu kita harus mempersiapkan diri untuk mengasah diri kita lebih lagi untuk mendapatkan peluang-peluang emas yang akan kita peroleh di tahun 2015. Selain itu, kita juga bisa membantu masyarakat loh untuk kasitau bahwa nanti 2015 AEC akan berlangsung. Para pelaku usaha kecil seperti pengrajin, petani, buruh, dan lain-lain bisa kita bantu dalam kegiatan usaha mereka. seperti apa?

    Contohnya nih: Pengrajin souvenir dari batok kelapa yang mehasilkan tas, ikat pinggang, celengan, dan lain-lain bisa kita bantu mempromosikan mereka tanpa harus dibayar. Nah, kalian kan sering keluar negeri, hasil-hasil kerajinan bahkan wisata alam sering kan kalian upload di Facebook atau Instagram

    X  : Iya..benar, aku ada instagra  (jawab si X memotong)

    Saya : Sebenarnya demikian juga ketika kalian melakukan perjalanan di daerah wisata di Indonesia, kita kan sering nih foto-foto daerah yang kita kunjungi. Nah, kalau boleh ketika melakukan perjalanan, kita jangan melakukannya sendiri.

    Y  : Maksudnya bawa teman?

    Saya : Bawa teman boleh, tetapi yang saya maksudkan adalah, kalian boleh upload foto ke sosial media seperti facebook tetapi kalian boleh menceritakan keindahan tempat wisata yang kalian kunjungi. Nah, sebenarnya blog adalah tempat yang bagus sekali untuk menceritakan perjalanan wisata kita, dan orang-orang yang ingin mengetahui tempat wisatapun bisa datang dan tertarik ke tempat yang kalian kunjungi. Sebenarnya ketika kalian melakukan itu, kalian sudah menjadi duta wisata untuk negara kita, dan kalian sudah membantu kemajuan ekonomi penduduk Indonesia yang tinggal di wilayah wisata.

    X   : Iya bener tuh, saya juga suka nulis, seperti nulis diari jadinya, biasalah mba curcol curcol.

    Saya : Wah, bagus tuh kalau suka menulis, boleh kok curhat-curhat di blog tentang keseharian kita, tapi tentang perjalanan bisa dimuat di blog, dengan tampilan yang cantik dan tidak monoton. Oh ya enggak cuma itu loh, kadang-kadang kita bisa dapat iklan juga kalau ternyata banyak yang kunjungi blog kita.

    Saya masih banyak bercerita panjang tentang manfaat blog, sembari saya mengingatkan mereka untuk ready Asean Community 2015. Selain itu saya mengundang mereka untuk datang di Sosialisasi AEC acara Asean Blogger di Caraloka Pusdiklat Kemlu , Sabtu 24 Agustus 2013 nanti dan boleh mengajak teman-teman mereka.

    Satu jam lebih berlalu, akhirnya nomor antrian saya dipanggil dan mereka menyempatkan meminta alamat website Asean Blogger dan Blog saya. Ada sekitar 7-10 orang yang mendengarkan saya dengan seksama, dalam antrian panjang yang membosankan.

    Antri di Kantor Imigrasi 16 Agustus 2013
    3. Bicarakan Asean dengan Keluarga, teman dan rekan kerja

    Ini sudah saya lakukan sejak April 2013, sejak pertama sekali saya hadir di acara Asean Blogger 2013. Tak hanya di keluarga, bahkan di kantor pun saya membicarakan Asean, walaupun terkadang respon yang saya dapat hanya berkata " Iya yah" .

    Untuk menjadikan Asean in Your Hand, tidak bisa kita lakukan sendiri, kita bersama masyarakat Indonesia harus sama-sama menggenggam Asean di tangan kita, jangan sampai masyarakat Indonesia ketinggalan informasi. 

    Bayangkan saja, di kantor imigrasi saja, notabene di Jakarta Selatan dan berstatus mahasiswa, dan berkarir, bahkan seringmelakukan perjalanan luar negeri, belum mengetahui tentang Kesatuan Asean 2015 nanti. Apakah ini kesalahan mereka? No, I think inilah waktunya kita yang mengetahui informasi ini segera mensosialisasikan kepada masyarakat betapa kita must be ready for AEC. Jangan cuek, cobalah berbagi tentang ini dalam percakapan-percakapan sederhana, waktunya sudah sangat singkat.

    Sosial media mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat yang tak terhalang ruang dan waktu. Pakailah sosial media untuk bersama-sama mensosialisasikan AEC ini kepada masyarakat luas dari berbagai kalangan. Apapun profesi kita, dimanapun kita ajak orang disekitar kita untuk tau informasi ini, atau persiapkan mereka dengan cara sederhana. Seperti yang saya lakukan dengan Mas Uli Tour Guide bertubuh pendek di pulau tidung. Saya tidak menceritakan dan menyebutkan Asean Community kepada dia, tapi saya hanya mengajaknya untuk bekerjasama, padahal sebenarnya saya hanya ingin membantunya buat kebaikan dia dan keluarganya yang masih miskin, rumah sangat kecil, dan menjadi tour guide pendatang kaya di pulau mereka sendiri. 

    Saya tidak mau menjadi turis yang datang dan pergi, sementara saya melihat saudaraku masih miskin di negeri kaya melayani turis asing dalam perjalanan wisata mereka.

    Kedua adik saya yang berprofesi sebagai mahasiswa dan bidan pun saya ajak untuk memakai peluang-peluang yang ada dengan tetap menjaga prioritas utama tidak terganggu. Bisnis kecil Travel Tiket Pesawat pun saya share kepada mereka. Bukan semata-mata karena untung yang besar, karena besar kecil adalah relatif. Yang penting adalah mereka belajar memakai peluang, belajar berbisnis. Tak harus memikirkan keuntungan terlebih dahulu, atau berpatok pada uang semata, tetapi jadikan bisnis untuk belajar, dan berani berkarya dan jangan khawatir uang pasti akan mengikuti.

    Jika Ingin Asean ini ada dalam genggaman kita, yang harus kita lakukan adalah:

    1. Bangun, bergerak dan berkarya
    2. Disiplin, konsisten akan komitmen
    3. Pakai dan ubah sumber daya yang ada menjadi sesuatu yang mendatangkan nilai ekonomi
    4. Asean Community 2015 adalah peluang emas bagi kita yang sudah mempersiapkan diri dan mengasah skill kita untuk meng 'grasp" atau mencengkeram, menangkap peluang menjadi milik kita.
     5. Ketika bisa menangkap peluang, menggunakannya , mengajarkannya itu adalah saat dimana Asean dalam genggamanmu.

    Asean Community adalah berbasis kerakyatan, People to People is the Priority. Karena itu merupakan suatu kebanggan bagi saya hadir di ABFI Solo 2013 yang lalu, selain bertemu dengan berbagai sahabat dari penjuru Indonesia, saya juga bertemu dengan sahabat dari 10 Negara Asean. Kami berinteraksi, mendengar bersama-sama tentang ASEAN, membicarakan bersama-sama betapa Asean Community 2015 adalah merupakan kabar gembira. Tak selesai sampai disitu, kami juga bisa berinteraksi melalui sosial media untuk bisa menjalin keakraban dan kerjasama yang baik. 

    Saya mencintai Thailand, mereka mencintai Indonesia, dan kita mencintai ASEAN, karena kita adalah satu di dalam Asean, ASEAN menjadi identitas kita di tahun 2015, thas why we say " One Vision,One Identity, One Community"

     
    Sosialisasi Asean Community 2015 kerjasama Pemerintah, Asean dan Asean Blogger












    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: ASEAN In Our Hand With One Vision One Identity One Community Rating: 5 Reviewed By: myamazingadventure.com
    Scroll to Top